JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Plasma Nutfah Papua

Plasma nutfah merupakan bahan genetik yang memiliki nilai guna, baik yang secara nyata maupun yang masih berupa potensi. Keanekaragaman plasma nutfah yang tinggi membuka lebih lebar peluang untuk mencari dan memanfaatkan sumber-sumber gen yang penting yang ada untuk program pemuliaan. Pengelolaan plasma nutfah yang berupa kegiatan inventarisasi (koleksi), pendataan (dokumentasi) dan pelestarian (konservasi) merupakan bentuk upaya untuk mengurangi dan mencegah erosi genetik yang terjadi karena hilangnya habitat, bencana alam, kebakaran, dan semakin intensifnya penggunaan varietas unggul. Selanjutnya, meningkatkan nilai guna dari materi plasma nutfah dapat diawali dengan identifikasi karakter-karakter penting melalui kegiatan karakterisasi dan evaluasi secara sistematis dan berkelanjutan sehingga memudahkan upaya pemanfaatannya.

Pengelolaan plasma nutfah

  1. Eksplorasi

Kegiatan mencari, mengumpulkan serta meneliti varietas lokal tertentu (di daerah tertentu).

  1. Konservasi

Konservasi dilakukan secara in situ dan ex situ. Konservasi in situ artinya konservasi di habitat asli, meliputi kawasan suaka alam (cagar alam dan suaka margasatwa) dan kawasan pelestarian alam (taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam). Konservasi ex situ artinya konservasi di luar habitat asli, berupa kebun koleksi, penyimpanan benih, kultur jaringan, kultur serbuk sari atau kultur bagian tanaman lainnya.

  1. Karakterisasi dan evaluasi

Karakterisasi adalah kegiatan identifikasi sifat-sifat penting yang bernilai ekonomi, atau yang merupakan penciri dari varietas yang bersangkutan. Karakter yang diamati berupa karakter morfologi (bentuk daun, bentuk buah, warna kulit biji, dsb), karakter agronomi (umur panen, tinggi tanaman, panjang tangkai daun, jumlah anakan, dsb).
Evaluasi adalah kegiatan yang dilakukan guna mengidentifikasi kandungan senyawa gizi (protein, lemak, vitamin, dan sebagainya) serta bagaimana reaksi varietas tanaman terhadap cekaman faktor biotik (ketahanan terhadap hama, penyakit) dan abiotik (toleransi kekeringan, toleransi keracunan Fe, toleransi keracunan Al, toleransi kadar garam tinggi, toleransi lahan masam).

 

Tiap kegiatan yang dilakukan akan menghasilkan data, yang kemudian disimpan sebagai database.

BPTP Balitbangtan Papua telah melakukan kegiatan pengelolaan plasma nutfah sejak tahun 2013. Kumpulan data berupa data base dari kegiatan yang telah dilakukan telah disusun untuk menentukan kegiatan prioritas dalam pengelolaan plasma nutfah di tahun-tahun berikutnya.