JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Potensi dan Masalah Sosial Ekonomi Pengembangan Kopi Organik di Kabupaten Jayawijaya

POTENSI DAN MASALAH SOSIAL EKONOMI PENGEMBANGAN KOPI ORGANIK DI KABUPATEN JAYAWIJAYA
Afrizal Malik dan Albert Soplanit
Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Papua, Jl Yahim Sentani, Jayapura

Abstrak
            Kajian bertujuan utuk mngetahui potensi bio fisik dan masalah sosial ekonomi dalam mendukung pengembangan kopi organik. Penentuan lokasi secara purposive. Dari kabupaten terpilih ditentukan 3 distrik, distrik terpilih ditentukan 1–3 desa yang terluas menanam kopi. Untuk mengungkap data tanah dilakukan pengambilan sampel di beberapa titik dan dilakukan analisis Kandungan N, P Dan K dan hara mikro lainnya, sedangkan Data sosial ekonomi dikumpulkan menggunakan pendekatan pemahaman pedesaan secara patisipatif atau rural rapid appraisal (RRA) menggunakan metode focus group discussion (FGD) terhadap kelompok tani kopi yang dilengkapi dengan data sekunder dari istansi terkait. Hasil pengkajian menunjukan kopi yang diusahakan petani pada umumnya adalah varietas tipika (coffea arabica var. typica cramer) dan sebagian kecil s 795 dan s 288. pohon penaung yang banyak digunakan adalah albizia spp dan casuarina spp, sebagian menggunakan kaliandra. hama tanaman kopi menonjol adalah penggerek buah (hypothenemus hampei) dan penyakit karat daun (hemileia vastatrix), jamur upas (cortsium salmonicolor). Dari hasil analisis laboratorium didapatkan Ph tanah 5,2-7,9. Ph ini cocok untuk budidaya kopi. kandungan bahan organik tanah rendah-tinggi, kadar N total tergolong rendah-sedang, kadar P-total 20-60 mg/100g dan hara P-tersedia (olsen) rendah-sedang, Kadar K-total sedang-tinggi sedangkan nilai KTK 7,2–22,1 tetapi secara umum tergolong sedang. pertanaman kopi di lokasi pengembangan sebagian cukup baik dan sebagian ada pertanaman kopi yang tidak ”diurus”. karena status kepemilikan lahan dan harga sangat tergantung pada pembeli (oligopsoni). Kata kunci : Kopi, sosial ekonomi, pengembangan. Selengkapnya