JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение
    KONTRIBUSI DANA BLM PUAP DALAM PENINGKATAN PRODUKTIVITAS KEDELAI DAN PADI 
DI JAYAWIJAYA

Oleh :

Ir. Sri R Sihombing

Kelompok tani Tanendah adalah anggota Gapoktan Piramid penerima BLM PUAP yang di ketuai oleh Yanas Komba yang juga merupakan Sekretaris Gapoktan Piramid. Kelompok tani Tanendah memiliki 18 (delapan belas) orang anggota dengan usaha tani utama padi dan sebagian  kedelai, ternak babi dan ikan. Lokasi kelompok tani Tanendah berada di Kampung Piramid, Distrik Assologaima.

Terdapat beberapa potensi yang mendukung kemajuan kelompok tani Tanendah, yaitu (1) potensi sumber daya alam dimana terdapat sungai Ininima yang mengairi sepanjang 3 KM pada lima kampung Distrik Assologaima, (2) potensi ekonomi: adanya fasilitasi pinjaman modal usaha dari Gapoktan Piramid bersumber dari BLM PUAP tahun 2009, adanya pasar komoditas kedelai dengan berkembangnya industri rumah tangga pembuatan tahu dan adanya pasar komoditas beras di Wamena, (3) potensi sosial, kelompok tani yang dibentuk berdasarkan kekerabatan dan ketua kelompok yang berpendidikan sarjana memiliki wawasan yang lebih maju untuk menggerakan anggota kelompok dan menerima inovasi.

Kelompok tani Tanendah menerima pinjaman sebesar Rp 7.000.000 dari Gapoktan Piramid. Dana tersebut digunakan untuk membiayai kegiatan usaha bersama yaitu usahatani kedelai seluas 3 Ha. Dari usahatani tersebut diperoleh produktivitas 1.100 Kg/ha dengan penerimaan Rp 43.000.000 yang merupakan hasil penjualan kedelai ke pengrajin tahu di Kota Wamena dengan harga Rp. 17.000,-/Kg. Penerimaan yang diperoleh digunakan  Kelompok untuk pengembalian pinjaman dan untuk  mengusahakan padi sawah seluas  5 Ha dengan memanfaatkan sungai.

Penerapan Teknologi Budidaya Padi Sawah

Padi yang ditanam varietas lokal.  Jarak tanam 30 cm x 30 cm sistem tegel. Pengolahan lahan dengan hand traktor dan secara manual menggunakan spade (sekop pertanian). Sebagaimana sistem pertanian di seluruh Jayawijaya, pengelolaan padi sawah merupakan padi organik.  Sampai saat ini belum menggunakan tambahan pupuk organik.  Pengolahan lahan dilakukan oleh kaum laki – laki, mulai dari pembuatan saluran irigasi dan drainase, pengolahan lahan hingga siap tanam. Penanaman dan penyiangan dilakukan oleh kaum perempuan.  Produktivitas padi sawah yang selama ini di hasilkan mencapai 9,6 Ton/Ha GKP atau menghasilkan 5,6 Ton beras dengan harga jual Rp 15.000/Kg

Struktur biaya dalam Usahatani padi sawah pada Kelompok Tanendah adalah sebagai berikut :

· Biaya sewa traktor : Rp.5.000.000 / 5 Ha

· Tenaga kerja anggota kelompok tidak diperhitungkan

· Benih padi : bantuan Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya

· Alat – alat pertanian pengolahan lahan yang dimiliki petani : parang, sekop, terpal penjemuran

· Biaya penggilingan padi

· Biaya transportasi dari Kampung ke Wamena


Diperkirakan waktu panen pad pertengahan bulan Juni 2012.  Direncanakan dari produksi padi  yang diperoleh, sebanyak 12 ton  akan dibeli oleh Dinas Pertanian sebagai benih untuk penanaman 500 Ha yang direncanakan pada musim tanam berikutnya  di seluruh Lembah Baliem.   Selebihnya untuk beras yang akan dipasarkan.


Rencana selanjutnya

· Mengupayakan karung beras berlabel Gapoktan Piramid.

· Kelompok  tani ini akan menanam seluas 20 Ha pada musim tanam berikutnya, bersama dengan beberapa Kelompok tani dari Gapoktan lainnya yaitu Kelompok pada Gapoktan Dapuli di Kampung Kurulu seluas 20 Ha, Kelompok tani dari Gapoktan Sinata di Kampung Sinata seluas 20 Ha; Kelompok tani dari Kampung Wosi seluas 20 Ha.

 Masalah yang dihadapi oleh Kelompok Tani Tanendah adalah belum memiliki gudang penyimpanan padi/beras sebelum penggilingan.


Foto-Foto Kegiatan