JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Program Kementan untuk wujudkan wanita Indonesia bebas kanker serviks melalui pemeriksaan tes-IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) di ujung timur Indonesia telah dilaksanakan di Sentani-Kabupaten Jayapura pada tanggal 10 Oktober 2017 oleh Dharma Wanita Persatuan (DWP) BPTP Balitbangtan Papua bekerjasama dengan Dinas Kesehatan dan BPJS Kabupaten Jayapura.

Melalui sosialisasi dan komunikasi yang baik tentang manfaat tes-IVA, sebanyak 54 ibu-ibu yang berasal dari masyarakat sekitar Distrik Sentani, anggota DWP Balai Pelatihan Pegawai Pertanian (BLPP) dan BPTP Balitbangtan Provinsi Papua bersedia mengikuti pemeriksaan tes-IVA yang dilakukan langsung oleh empat petugas medis (bidan) senior dari Dinas Kesehatan Kabupaten Jayapura.

Ketua DWP BPTP Papua, Ny. Yayuk Yuliantoro diawal acara menyampaikan terimakasih kepada seluruh peserta tes, petugas medis, dan pihak BPJS sehingga kegiatan yang merupakan tindak lanjut arahan Penasehat DWP Kementan, Ibu Martati Amran Sulaiman, dan Ketua DWP Balitbangtan, Ibu Luluk M. Syakir saat memberikan Pengarahan dan Sosialisasi IVA-Test dan CBE di Hotel Grand Clarion Makassar, 28-29 September 2017 dapat terlaksana. Bidan Senior, Ibu Deby Persulessy, di hadapan peserta menambahkan keakuratan dan prosedur pemeriksaan tes-IVA dan sisi manfaatnya bagi kaum wanita.

 

 

Tingkat partisipasi kaum wanita di Kabupaten Jayapura tergolong tinggi, karena jumlah peminat yang berkeinginan untuk hadir dan mengikuti pemeriksaan sebenarnya lebih dari 54 peserta. Waktu pelaksaaan pemeriksaan yang hanya sehari dan dibatasi hingga pk. 13.30 mengakibatkan peserta yang datang belakangan tidak dapat terlayani dan mengikuti pemeriksaan tes-IVA, namun petugas medis menyarankan untuk datang ke klinik/puskesmas terdekat.

 

 

Hasil pemeriksaan, 3 dari 54 peserta tes terindikasi namun masih dilakukan pemeriksaan lanjutan untuk menetapkan status dan program pemeriksaan/pengobatan. Hasil ini membuktikan bahwa tingkat kesehatan kaum wanita yang ikut pemeriksaan tergolong baik.

Sumber : Ibu Yayuk Yuliantoro

 

Sehubungan dengan adanya Program Pemerintah (Ibu Negara Iriana Jokowi bekerjasama dengan Kementerian Kesehatan) mengenai Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA-Test) dan Clinical Breast Examination/Test Kanker Payudara (CBE), Badan Litbang Pertanian bersama Dharma Wanita Persatuan (DWP) Balitbangtan ikut mensosialisasikan dan mendukung program tersebut. Oleh karena itu DWP Balitbangtan mengundang Ibu-Ibu Ketua dan Pengurus DWP Sekretariat, Unit Kerja (UK), dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Lingkup Balitbangtan untuk hadir pada acara Pengarahan dari Ibu Martati Amran Sulaiman (Penasehat DWP Kementan) dan Sosialisasi IVA-Test dan CBE di Makassar-Sulawesi Selatan pada tanggal 28-29 September 2017. Tes-IVA adalah pemeriksaan skrining kanker serviks dengan cara inspeksi visual pada serviks dengan pemberian asam asetat. Setelah dilihat posisinya, leher rahim dipulas dengan asam asetat 3-5%, selama 1 menit. Pemberian ini tidak menyakitkan dan hasilnya langsung saat itu juga dapat disimpulkan Normal (Negatif), atau Positif (ada lesi pra-kanker).

DWP BPTP Papua diwakili oleh Ketua DWP (Ibu Yayuk Yuliantoro) dan Wakil Ketua DWP (Ibu Aisyah Muflin) mengikuti seluruh rangkaian acara yang telah diagendakan oleh DWP Balitbangtan untuk nantinya dapat segera menindaklanjuti semua arahan dan rencana tindak lanjut dari pertemuan.

Pada acara Pengarahan IVA-Test dan CBE, Ibu Martati Amran Sulaiman didampingi oleh Ibu Luluk M. Syakir (Ketua DWP Balitbangtan) dan dihadiri oleh Ibu-Ibu Ketua dan Pengurus DWP Sekretariat, Puslit, Balai Besar, Balit Nasional, BPTP dan Loka lingkup Balitbangtan menyampaikan dihadapan 250 orang peserta terdiri dari karyawati, istri-istri dan keluarga karyawan serta masyarakat sekitar UPT Balitbangtan di Makassar:

  1. Pentingnya Tes IVA dilakukan untuk mencegah dan mendeteksi dini adanya kanker serviks terhadap kaum perempuan, khususnya ibu usia subur.
  2. Kanker serviks saat ini menjadi salah satu ancaman terbesar bagi kaum perempuan di Indonesia. “Berdasarkan data, setiap 2 menit 1 orang di dunia meninggal karena kanker serviks, sementara di Indonesia terjadi kematian karena kanker serviks setiap 2 jam sekali”.
  3. Tes IVA dan CBE merupakan salah satu bentuk program promotif-preventif yang disediakan BPJS. Dengan adanya sosialisasi ini diharapkan ibu-ibu dapat meningkatkan kesadaran betapa pentingnya deteksi dini kanker servik dan payudara, mengingat kanker serviks merupakan salah satu jenis kanker penyebab kematian tertinggi di kalangan kaum perempuan.
  4. Dihimbau seluruh DWP lingkup Balitbangtan menyelenggarakan deteksi dini kanker serviks, melalui tes IVA. Secara khusus pada saat pengarahan Ibu Martati Amran Sulaiman meminta DWP BPTP Papua untuk segera menyelenggarakan IVA-Test dengan jumlah peserta minimal 50 orang di bulan Oktober 2017 dan hasilnya segera dilaporkan ke DWP Balitbangtan untuk kemudian diteruskan ke DWP Kementan.

Melengkapi rangkaian acara ramah tamah, arahan dan sosialisasi serta pelaksanaan IVA-Test dan CBE, Ibu Martati Amran Sulaiman berkenan berfoto bersama dengan Ketua dan Pengurus DWP lingkup Balitbangtan. Untuk meningkatkan jalinan silaturahim dan memberikan kesempatan berbagi dan diskusi pengalaman Ketua/pengurus DWP lingkup Balitbangtan, dilaksanakan beberapa kegiatan kunjungan ke beberapa lokasi seperti:

  1. Kunjungan ke objek wisata Rammang-rammang/Bantimurung di Maros yang populer akan gugusan batu karst yang menghampar di tepi sungai dan air terjun dengan aneka jenis dan warna kupu-kupu.
  2. Kunjungan ke Tana Toraja melihat potensi pengembangan kawasan hortikultura dan agrowidya wisata serta meningkatkan pengetahuan mengenai adat istiadat suku Tana Toraja dan beberapa objek wisata Kete, Kesu Rantepao dan Londa Rantepao.

Sumber : Ibu Yayuk Y.

Jum’at , 08 September 2018 dilaksanakan pertemuan dharma wanita yang dihadiri oleh pengurus dan anggota dharma wanita lingkup BPTP Balitbangtan Papua. Dalam pertemuan tersebut dilaksanakan beberapa agenda rutin yang telah terjadwal yaitu penyampaian laporan dari masing-masing bidang yang dimiliki oleh DWP, arahan serta penghimpunan usulan yang dipimpin oleh ketua DWP Balitbangtan Papua Ibu. Yayuk Yuliantoro, serta arisan DWP. Ketua DWP BPTP Balitbangtan Papua sangat mengapresiasi keterlibatan serta dukungan ibu-ibu pengurus maupun anggota yang turut mendukung kegiatan perayaan HUT RI yang telah dilaksanakan di bulan Agustus, selain itu dengan katering yang baru mulai dirintis oleh DWP di bawah koordinasi bidang ekonomi, Ketua DWP berharap semakin menjadikan organisasi DWP lebih maju dan berkembang.

Pada pertemuan tersebut turut hadir kepala BPTP Balitbangtan Papua Dr. Yuliantoro Baliadi selaku Pembina DWP serta Kasie KSPP Dr. Niki E. Lewaherilla untuk memberikan apresiasi terhadap dukungan DWP dalam berbagai kegiatan yang telah dilaksanakan oleh BPTP Balitbangtan Papua. Dalam sambutannya Kepala BPTP Balitbangtan Papua menegaskan bahwa DWP merupakan organisasi resmi BPTP Balitbangtan Papua yang memiliki peran dalam pengolahan hasil pertanian khususnya olahan pangan lokal melalui katering yang dikelola oleh ibu-ibu DWP. Pemanfaatan olahan pangan lokal seperti ubi jalar, sagu, talas, uwi dan sebagainya dapat menjadi menu andalan yang ditawarkan oleh katering DWP. Kepala BPTP Balitbangtan Papua mengharapkan kedepannya seluruh kegiatan Balai yang menyangkut konsumsi dapat ditangani oleh DWP secara professional. BPTP selaku UPT Kementerian Pertanian yang salah satu tupoksinya adalah melakukan diseminasi teknologi dapat bekerjasama dengan DWP dalam penyebaran informasi teknologi melalui berbagai olahan pangan lokal yang telah dihasilkan oleh DWP. Koordinasi dan sinergi perlu dibangun antara DWP dan BPTP untuk dapat saling bekerjasama dalam mempercepat diseminasi teknologi yang telah dihasilkan oleh Badan Litbang Pertanian.

Dr. Niki E. Lewaherilla selaku kasie KSPP dan penangung jawab kegiatan Bioindustri sagu sangat mendukung ibu-ibu DWP untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai olahan pangan lokal melalui pelatihan-pelatihan yang dilaksanakan atas kerjasama antara DWP dan BPTP. Tim Bioindustri sagu dapat menjadi fasilitator dalam kegiatan pelatihan tersebut.

Semoga dukungan serta apresiasi dari Kepala BPTP Balitbangtan Papua serta seluruh staf dapat meningkatkan motivasi ibu-ibu DWP untuk senantiasa meningkatkan keterampilan dan pengetahuan dalam bidang olahan pangan lokal Papua (Eko Binti). 

 

     

 

Pada hari Jumat, 8 September 2017 Taman Agro inovasi BPTP Balitbangtan Papua melakukan panen perdana tanaman buncis. Tujuan Pembangunan Taman Agro Inovasi di lingkungan Kantor BPTP Papua sebagai media diseminasi dan sebagai promosi inovasi teknologi yang efektif menunjang pembangunan pertanian di Papua. Panen dilakukan bersama Pembina DWP, Ketua DWP, Penanggung Jawab Taman Agro Inovasi serta anggota DWP seusai pertemuan rutin DWP.

Tanaman buncis merupakan salah satu jenis tanaman sayuran polong yang mempunyai banyak kegunaan. Buncis sebagai sumber protein, vitamin dan mineral yang penting dan mengandung zat-zat lain yang berkhasiat untuk obat. Gum dan pektin yang terkandung dapat menurunkan kadar gula darah, sedangkan lignin berkhasiat untuk mencegah kanker usus besar dan kanker payudara. Serat kasar dalam polong buncis sangat berguna untuk melancarkan pencernaan sehingga dapat mengeluarkan zat-zat racun dari tubuh.

  

 

Melalui panen perdana buncis, Pembina DWP (Dr.Yuliantoro Baliadi) mengharapkan Ibu-Ibu DWP mampu memanfaatkan lahan pekarangan di rumah untuk budidaya sayuran skala rumah tangga. Budidaya tanaman semusim seperti kangkung, buncis, bawang daun, cabai dll selain menghemat pengeluaran rumah tangga juga mempunyai kandungan gizi dan kebersihan yang terjamin (Eko Binti dan Robert).

Bertempat di Auditorium Ir. Sadikin Sumintawikarta, Bogor, Dharma Wanita Persatuan (DWP) dan KOPRI lingkup Balitbangtan kembali menyelenggarakan Tarhib (selamat datang) Ramadhan 1438 H / 2017 lingkup Balitbangtan selama tiga hari tanggal 17 hingga 19 Mei 2017. Tarhib Ramadhan dengan tema “Bersihkan Hati Kuatkan Ukhuwah Tingkatkan Kepedulian Bagi Sesama” dihadiri oleh Ibu Martati Amran Sulaiman, Ibu Luluk M. Syakir dan dibuka oleh Kepala Balitbangtan, Bapak Dr. M. Syakir serta peresmian oleh Ibu Martati Amran Sulaiman dengan pemotongan rangkaian bunga melati.

Dalam sambutannya, Dr. M. Syakir menekankan akan pentingnya Tarhib Ramadhan sehingga dijadikan agenda tahunan karena mengandung muatan peningkatan akan kepedulian sosial. Beliau mengajak seluruh keluarga besar Balitbangtan memantapkan persiapan dan melaksanakan ibadah selama bulan Ramadhan. Diibaratkan Power Bank harus dalam kondisi full. Jaga stabilitas energi positif, konstruktif untuk ikut mendukung kinerja Kementan yang selama dua tahun ini tidak impor beras dan mampu turunkan impor jagung. Energi positif Bulan Ramadhan mampu sumbangkan inovasi Balitbangtan. Ketua panitia penyelenggaran, Ibu Nirmala Hardiyanto, mengemas tarhib ramadhan untuk ungkapkan rasa berbagi melalui bazar murah, butik antik, toko tani, daging sapi murah 3 ton/hari serta mengikutkan 200 UKM. Paket sembako berupa gula dan beras serta pembagian doorprize untuk memberikan manfaat untuk masyarakat.

 

                        

Bapak Menteri Pertanian, Dr. Amran Sulaiman kunjungi dan cicipi makanan di stand bazar murah, pembukaan, pembacaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah, pentas angklung Ibu-Ibu DWP Balitbangtan

 

                                                 Peresmian Tarhib Ramadhan oleh Ibu Martati Amran Sulaiman

 

Bazar murah yg diikuti oleh DWP, karyawan/i lingkup Balitbangtan yang menyajikan inovasi produk pertanian Nasional, para pengusaha, UMKM (sandang/Pangan), Toko Tani Indonesia, dan daging murah oleh PT. Berdikari. Tarhib Ramadhan yang diselenggarakan selama tiga hari ini diisi dan diramaikan dengan berbagai kegiatan pendukung lainnya seperti pameran Agroinovasi pertanian yang diikuti 13 UK dan 33 UPT lingkup Balitbangtan yg tersebar diseluruh Indonesia, lomba tahfizd qur’an, lomba tilawah, lomba nyanyi Islami, lomba menggunakan hijab tanpa cermin, peragaan busana, dan butik antik DWP Balitbangtan yang menyajikan pakaian-pakaian layak pakai dengan harga murah.