JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kementan dan Pemda Jayapura BEKERJA Akselerasikan Bantuan Ayam Kampung Bagi RTM

Sentani Barat – Balitbangtan BPTP Papua melaksanakan Sosialisasi Program BEKERJA di Kampung Persiapan Sabron Bungok, Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura pada Kamis (29/11). Dihadiri oleh Kepala Kampung dan masyarakat anggota kelota Ambleu Sabron Bungok, kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya persiapan bagi pemerintah daerah dan masyarakat Kabupaten Jayapura untuk menerima bantuan program BEKERJA Kementan.

Upaya untuk mengakselerasi program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (Bekerja) di akhir TA 2019 ini dilakukan BPTP Papua melalui sosialisasi yang akan bersambung dengan kegiatan Temu Lapang 3 hari berselang (02/12).

Penanggung jawab kegiatan, Dr. Siska Tirajoh memaparkan program BEKERJA tahun 2019. Bersama Dinas Peternakan dan Perkebunan Kab. Jayapura, BPTP akan melaksanakan verifikasi Rumah Tangga Miskin (RTM) dan akan segera ditetapkan sebagai RTM penerima bantuan di Tahun 2020. Secara rinci Dr. Siska menyampaikan pola bantuan dalam program Bekerja yang menyasar OAP sebagai penerima bantuan utama dengan target 50 ekor per RTM.

Kepala BPTP, Dr. Muhammad Thamrin di tempat terpisah mengharapkan keluaran dari kegiatan BEKERJA ini dapat menjadi sumber pembibitan di Kab. Jayapura dalam memenuhi kebutuhan DOC (day old chicken), diperolehnya data produktivitas (daging dan telur) ayam KUB di tingkat petani, serta terdistribusinya DOC ke kelompok lainnya terutama kelompok rumah tangga miskin.

Selain itu, bantuan ayam kampung ini nantinya dapat memenuhi kebutuhan telur ayam masyarakat Jayapura. Selama ini kebutuhan telur ayam dipenuhi dari kabupaten lain, sehingga ke depannya Jayapura dapat menyuplai kebutuhan telurnya sendiri. Di samping itu, adanya bantuan ayam ini diharapkan bisa berkembang menjadi Kelompok Usaha Bersama.

BPTP menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas antusiasme masyarakat OAP dan pemerintah daerah dalam menerima materi sosialisasi. Bantuan program Bekerja ini nantinya diupayakan dapat menumbuhkan ekonomi keluarga dan kecukupan gizi keluarga.

Pada sesi diskusi, Ghalih Dominanto, MP., Dr. Batseba Tiro, dan Dr. Siska Tirajoh menjawab semua pertanyaan yang diajukan. Ketiga peneliti bidang peternakan BPTP mampu menyambut antusiasme masyarakat yang menanyakan seputar budidaya ayam KUB terkait kandang ayam, pakan, penyakit dan vaksinasi. Kebersihan kandang menjadi hal yang penting dan patut diperhatikan dalam budidaya ayam. Manajemen pengelolaan yang baik ditunjang dengan sapras yang memadai dan pengetahuan yang cukup akan menjadi kunci sukses budidaya ayam KUB. Masyarakat penerima bantuan ini nantinya diharapkan dapat memelihara dan menjaga kesehatan ayam dengan baik agar tidak terkena penyakit. (Ressa RnD)