JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Memposisikan Sagu dan Ubi sebagai Potensi Pangan Alternatif

Jayapura - Di bawah sorotan tema "Kitong Bersama Bikin Sukses Kampung" Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengolahan Hasil Pertanian di Kota Jayapura.


Kamis, 21/11 bertempat di Swissbel Hotel nampak iringan peserta Bimtek melakukan registrasi di meja panitia. Sejumlah 75 orang dewasa dari 6 (enam) Kabupaten; Jayawijaya, Yahokimo, Nabire, Sarmi, Yapen dan Boven Digoel dengan penuh perhatian mengikuti tahapan kegiatan. Tahapan atau metode pengajaran adalah andragogi dimana 30 % teori dan 70 % praktek langsung.
Bentuk pengajaran dalam ruangan adalah penyampaian teori berupa informasi tentang potensi komoditas lokal Papua yang dapat diolah menjadi aneka olahan bernilai ekonomi dan berdaya saing hingga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.


Sebagai nara sumber, BPTP Balitbangtan Papua yang diwakili Kasie Kerjasama (Mariana Ondikeleuw, S.Sos, M.Si) dan staf penyuluh (Yunita Indah Wulandari, SP, MP) menginformasikan pengenalan potensi komoditas pangan lokal, teknologi pengolahan dan motivasi agar peserta kenal, tahu dan mau melakukannya.
Kegiatan praktik dilakukan di beranda hotel dengan pemandangan indah laut Jayapura, disambangi aneka olahan yang beraroma harum menambah semangat dan antusias peserta, olahan pangan lokal yang dipraktikan: Jala sagu, Kembang goyang sagu, Biskuit coklat sagu, ongol-ongol sagu dan Cheestick Ubi Jalar.

Peserta yang mengikuti kegiatan ini sangat senang sekali karena dari hal yang sama sekali tidak tahu menjadi tahu, dan mereka saling bekerja sama untuk menyelesaikan. Tahapan selanjutnya adalah kompetisi dimana peserta wajib mempromosikan produk hasil olahan pangan mereka, menarik minat membeli konsumen. Penilaian tim juri, meliputi cara berpakaian, cita rasa, promosi dan kerjasama/kekompakkan.
Diharapkan untuk kedepannya masyarakat Kampung dapat membuat hasil olahan komoditas pangan lokal spesifik lokasi yang unik, cita rasa enak, kemasan menarik, menjadi primadona serta siap mendunia. (Mariana, Yunita)