JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Peran BPTP dalam Forum Perbenihan Tanaman Pangan di Papua

Kota Jayapura – Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih (BPSB) Dinas TPH Provinsi Papua menyelenggarakan Forum Perbenihan Tanaman Pangan Prov. Papua pada (02-04/10). Salah satu pemateri yang menjadi narasumber dalam pertemuan ini adalah Kepala BPTP Papua yang diwakili oleh koord. program, Dr. Martina dan peneliti BPTP Balitbangtan Papua, Arifuddin Kasim.

Dalam materinya Dr. Martina menyampaikan bahwa BPTP sebagai UPT Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian yang salah satu tugas utamanya adalah penciptaan Varietas Unggul Baru (VUB) Tanaman Pangan, Hortikultura, Perkebunan dan Peternakan sehingga BPTP mempunyai tugas dan berperan dalam melakukan uji adaptasi VUB spesifik lokasi.

Pertemuan Forum Perbenihan ini sangat penting untuk meningkatkan koordinasi dan persamaan persepsi dalam pelaksanaan program perbenihan tanaman pangan. Koordinasi melibatkan seluruh stakeholder di pusat maupun di daerah dalam rangka optimalisasi sistem perbenihan sehingga diharapkan benih varietas unggul bersertifikat dapat tersedia dengan kebutuhan pengguna benih secara tepat varietas, tepat volume, tepat waktu, tepat lokasi dan dengan harga yang terjangkau. Hal ini merupakan tugas yang sangat berat apabila tidak ada dukungan institusi dan masyarakat tani yang terkait dalam proses penyediaan benih-benih unggul  bermutu tanaman pangan.

Sampai dengan saat ini, BPTP Papua telah banyak melakukan uji Adaptasi VUB terutama tanaman Padi. Penggunaan benih adalah faktor terpenting dalam kegiatan budidaya. Kecenderungan beberapa petani yang masih menggunakan varietas lama seperti Ciherang, Cigeulis Mekongga dan lainnya serta benih yang tidak bersertifikat menjadi tanggung jawab dan tantangan bersama. Peningkatan peran kelembagaan perbenihan harus dilakukan dalam upaya mempercepat penyebarluasan benih varietas unggul baru yang bersertifikat.

Ka BPSB TPH dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa VUB Badan Litbang Pertanian telah banyak dikembangkan oleh penangkar-penangkar benih di Papua, khususnya Kab. Merauke dan Nabire. Adapun VUB tersebut seperti varietas Inpari  7, 8, 22, 28, 32, 33, 35, 42, 43, Inpago 8 serta Inpara. VUB ini hampir 75% dikembangkan oleh penangkar benih dan petani di daerah sentra pengembangan padi. Tercatat di tahun 2019 ini, BPSB TPH Prov Papua telah mensertifikasi VUB sebanyak 286,03 ton.

Peneliti BPTP Papua Arifuddin Kasim, SP juga memperkenalkan beberapa VUB Badan Litbang Pertanian komoditas Padi, jagung dan kedelai. Beberapa VUB Tanaman Padi ini telah dilakukan uji adaptasi di beberapa daerah di Papua dan mempunyai hasil cukup tinggi sehingga VUB ini dapat menjadi alternatif pilihan bagi petani sesuai agroekosistem, musim tanam dan ketahanan terhadap hama dan penyakit, seperti Inpari 36 dan Inpari 37 Lanrang yang tahan tungro serta Inpari 43 GSR yang tahan di lahan suboptimal.

Dari hasil diskusi banyak harapan yang disampaikan oleh dinas dan para penangkar benih agar BPTP Papua dapat terus melakukan uji adaptasi terutama untuk varietas unggul baru Badan Litbang Pertanian. Benih bersertifikat dan benih berkelas harus tetap ada di penangkar benih dan dapat dikembangkan oleh petani. (Martina, Arifuddin)