JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Di Tengah Kemarau Panjang, Turiman Jago Panen di Lahan Kering Keerom

Keerom - Balitbangtan melalui Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua melakukan kegiatan Bimbingan Teknis Pola Turiman Jago di Kampung Saefen 42 Distrik Skanto Kab. Keerom. Bimtek ini digelar di musim tanam ke-2 (MT-2) dalam upaya peningkatan indeks pertanaman dan pola tanam melalui intensifikasi lahan dengan sistem tumpang sari tanaman jagung-padi gogo (Turiman Jago).

Panen dan bimtek yang dilaksanakan di lahan petani turiman jago pada (12/09) ini adalah panen padi gogo var. Inpago 9 dan inpago 11. Panen padi di tengah kemarau El Nino ini dilakukan langsung oleh Kadis Pertanian dan Ka. BPTP bersama petani dan penyuluh Skanto. 

Di depan audiens, nara sumber Bimtek Dr. Martina Sri Lestari dan Merlin Rumbarar, M.Sc menyampaikan materi terkait teknologi turiman dan hama penyakit di lahan kering. Antusiasme petani dan penyuluh Skanto saat bimtek ditunjukkan melalui tanya jawab dengan narasumber. Pada kesempatan ini pula, petani menyampaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi diantaranya yang sangat urgent yakni kebutuhan petani akan benih VUB dan saluran irigasi di lahan kering Saefen 42 untuk budidaya yang  selama ini hanya mengandalkan air hujan.

Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kab. Keerom, Sunar, SP mengapresiasi kegiatan yang dilakukan BPTP di Kab. Keerom, khususnya di Kampung Saefen 42 ini. Walaupun berada di musim kemarau, BPTP dengan teknologinya tetap mampu membuat lahan menjadi produktif. Lebih lanjut Kadis menjelaskan bahwa kegiatan Kementan yang berada di daerah baik yang dilakukan oleh Dinas maupun MoU dengan pihak lain seperti percetakan sawah dengan TNI membutuhkan pendampingan teknologi dari BPTP. Apalagi menurutnya, Keerom yang mempunyai lahan yang luas sangat potensial sebagai penyangga pangan ibu kota provinsi dan peluang pasar ekspor mengingat keberadaannya yang berbatasan langsung dengan kota Jayapura dan negara tetangga, Papua New Guinea (PNG). Kebutuhan petani untuk mengetahui teknologi baik dalam penggunaan varietas, teknik budidaya maupun pasca panen akan sangat membantu petani untuk meningkatkan hasil panennya dan lebih lanjut dapat meningkatkan kesejahteraan petani di Keerom.

Kepala Balai, Dr. Muhammad Thamrin sekaligus sebagai penanggung jawab UPSUS Prov. Papua mengatakan di tahun ini, Keerom termasuk satu dari enam Kabupaten/Kota yang melakukan program UPSUS Pajale. Hal ini semakin memperkuat dukungan pertanian di Keerom terutama untuk penanaman komoditas jagung dan padi. Selama ini pula pertanian Keerom selalu mendapatkan atensi khusus dari BPTP Papua dimana setiap tahunnya selalu ada kegiatan pengkajian maupun pendampingan yang dilakukan di Keerom. Di tahun ini saja, pendampingan kawasan hortikultura bawang merah, kegiatan perbenihan dan inventarisasi tebu SDG Papua serta kegiatan LPWP dilaksanakan di Keerom. Keberadaan Keerom yang strategis dan bisa dilewati jalur darat dari Sentani memang mempermudah koordinasi. Selain itu, pertanian Keerom didukung oleh potensi akses pasar yang sangat menjanjikan yakni sebagai pemenuhan pangan daerah ibu kota dan ekspor komoditas pangan.  (Ressa RnD)