JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

ToT Pemetaan Lahan Sawah dengan Aplikasi ArcGIS

Bogor - Direktorat Jenderal Tanaman Pangan mengadakan pelatihan Pendataan lahan sawah menggunakan aplikasi ArcGIS berbasis android pada hari Minggu, 8 September 2019 di IPB Convention Center, Bogor, Jawa Barat.  Pelatihan ini dibuka oleh Dirjen Tanaman Pangan, Dr. Ir. Suwandi, M.Si dan dihadiri oleh Dirjen PSP Dr. Sarwo Edhy, S.P., M.M, Kapusdatin Dr. Ir. I Ketut Kariyasa, M.Si dan peserta pelatihan dari  seluruh instansi penanggung jawab UPSUS. Kepala BPTP Papua, Dr. Ir. Muhammad Thamrin selaku Pj UPSUS Papua mengutus peneliti, penyuluh dan litkayasa milenial BPTP yaitu Sri Wahyuni Manwan, Edita Dwi Jayanti, Idris dan Pathyang AR Sibury untuk pelatihan aplikasi ini.

Suwandi menuturkan agar pelatihan ini mampu meningkatkan kemampuan pegawai / petugas pendata lahan sawah dalam pengambilan data melalui aplikasi ArcGIS. Selain itu, pelatihan ini bertujuan untuk memverifikasi dan perbaikan data lahan baku sawah untuk pencapaian target LTT UPSUS PAJALE. Hal ini disebabkan karena adanya selisih data antara Data SP 2016 dan ATR/BPN  berdasarkan release BPS mengenai lahan baku sawah, sehingga untuk memverifikasi hal tersebut dilakukan pendataan lahan sawah menggunakan aplikasi ArcGIS untuk monitoring pemetaan secara realtime melalui smartphone melakukan pendataan standingcrop dan lahan sawah.

 Selanjutnya, peserta yang telah mengikuti pelatihan ditugaskan untuk men-training petugas-petugas pendata lahan sawah di daerah dalam pendataan sawah baik berupa tanaman maupun standing crop diluar sampel ATR/BPN di provinsi masing-masing hingga tingkat kecamatan. Kedepannya data ini dapat digunakan sebagai acuan dalam pemenuhan kebutuhan pupuk dan benih ke petani serta meningkatkan pencapaian LTT.

 

Sementara itu, Muhamad Iqbal dari Jasindo memberikan pemaparan mengenai asuransi produk pertanian dengan memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat risiko banjir, kekeringan, dan serangan Organisme Pengganggu Tanaman (AUTP) dan mengalihkan kerugian akibat risiko kerugian usaha kepada pihak lain melalui pertanggungan asuransi. Produk asuransi pertanian yang ditawarkan jasindo adalah Asuransi usaha tani padi (AUTP), Asuransi usaha ternak sapi dan kerbau, Analisis usaha tani jagung dan sementara dalam pengembangan adalah asuransi hortikultura.

Asuransi usaha tani padi mampu mengcover kerugian petani akibat kekeringan, banjir dan serangan hama penyakit hingga Rp. 6.000.000/ha dengan membayar premi Rp. 36.000/ha. Ketentuan ganti rugi meliputi intensitas kerusakan ≥ 75% dengan luas kerusakan ≥ 75%. Pada asuransi usaha ternak sapi mengcover kerugian kematian sapi akibat penyakit, beranak, kecurian dan kematian akibat kecelakan, dengan tarif premi Rp. 40.000/ekor, harga tanggungan Rp. 10.000.000/ekor sapi. (Sri Manwan, Edita, dan Tian)