JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Potensi Pangan Lokal dan Komoditas Strategis Nasional di Papua

 
Merauke - BPTP Papua melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) Potensi Pangan Lokal dan Program Komoditas Strategis Nasional (Konstranas) Kementan di Provinsi Papua.

Kegiatan dilaksanakan di Ball Room Hotel Megaria Merauke yang dihadiri oleh Ir. Paulina Paay selaku Sekretaris Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Merauke, Tersisiur Andreas K. Rimbayana, SP mewakili Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merauke, Bappeda, Perguruan Tinggi Musamus Kabupaten Merauke, Disperindagkop Kabupaten Merauke , Kelompok Tani Ubi Jalar Kampung Erom Distrk Tanah Miring dan Kelompok Tani Gembili Distrik Sota. Tujuan FGD yaitu mengetahui potensi pangan lokal di Kabupaten Merauke, pelestariannya serta pemanfaatannya.

Kementan sudah 90% meluangkan energi untuk swasembada khususnya komoditas strategis seperti pajale daging, bawang dan cabe namun tidak mengesampingkan pangan lokal dalam berkontribusi dalam asupan non beras seperti gembili ubi jalar serta pokem. Hal ini juga seiring dengan Instruksi Gubernur Papua Nomor 3 tahun 2015 tentang “Gerakan Melestarikan Budaya Papua dan Pangan Lokal di Papua”. Kepala BPTP Papua, Dr.Ir.Muhammad Thamrin,M.Si menyampaikan bahwa BPTP Papua menginisiasi bagaimana pangan lokal bisa disandingkan dan mampu bersaing dengan komoditas lain. Diversifikasi olahan pangan lokal menjadi aneka kue dan pengeanekaragaman produk dilakukan untuk meningkatkan nilai jual, nilai tambah dan nilai ekonomi.
Sekdis TPH dan Perkebunan menyampaikan bahwa produksi pangan lokal di Kabupaten Merauke (ubi jalar, gembili dan keladi) akan dilestarikan dan terus ditingkatkan melalui program/pengembangan pangan lokal di distrik-distrik. Selanjutnya Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Merauke mempunyai kegiatan pelatihan pengolahan pangan lokal. Hubungan yang sailing terkait dan koordinasi antar instansi pemerintah diharapkan mampu meningkatkan nilai jual pangan lokal.

Sementara itu, Mariana Ondikeleuw, S.Sos., M.Si sebagai penanggungjawab kegiatan SDG turut memaparkan hasil pendaftaran varietas lokal. Dalam pemaparan peneliti BPTP Papua ini, disampaikan bahwa secara umum provinsi Papua telah mendaftarkan sebanyak 33 tanaman yang telah memiliki tanda terdaftar dari Pusat PVTPP (Pendaftaran Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian) Kementan dimana 6 diantaranya dikerjakan oleh tim SDG BPTP Papua pada tahun 2018.

Beberapa tanaman tersebut diantaranya gembili fam maninggombu, anggur papua, ubi kelapa yara yu, mentimun khombelu, pisang aomang dan ebhulu yokholo. Selain itu terdapat beberapa varietas sagu dan tebu serta umbi-umbian yang didaftarkan oleh pemerintah daerah setempat pemilik tanaman. Lebih lanjut, putri asli Sentani magister Institut Pertanian Bogor (IPB) ini menerangkan proses dari awal survey tim, inventarisasi, karakterisasi sampai kepada tahap pendaftaran. Pendaftaran varietas ini menjadi hal yang sangat penting bagi Papua mengingat Papua merupakan megabiodiversity terbesar ke-2 di dunia setelah kawasan hutan Amazon di Amerika Selatan. Kekayaan alam yang melimpah dengan flora dan fauna sebagai SDG Papua ini harus dilindungi dan dilestarikan. Kekayaan ini adalah anugerah Tuhan bagi Papua dan jangan sampai diambil oleh pihak lain. Legalitas hukum melalui tanda terdaftar varietas akan menguntungkan masyarakat Papua sehingga jika dijadikan komoditas komersil, Papua akan mendapatkan hak paten SDG terkait. Melalui tujuan yang mulia untuk menjaga keanekaragaman hayati, muara pengelolaan SDG bertujuan  untuk kesejahteraan masyarakat.

(Septi W, RnD)