JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kegiatan Temu Lapang "Kajian teknologi sistem integrasi padi-sapi di lahan sawah bukaan baru, Merauke".

 

Perluasan dan pencetakan sawah baru berdampak juga pada usaha ternak sapi potong. Dimana dengan adanya perluasan dan pencetakan sawah baru maka lahan untuk penggembalaan sapi akan semakin sempit, di sisi lain ketersediaan limbah asal padi semakin berlimpah dan berpotensi untuk pakan sapi potong terutama pada musim kemarau. Sistem integrasi padi-sapi adalah sistem pengelolaan sumberdaya dengan memadukan antara tanaman padi dan sapi secara sinergis. Masing-masing komponen yakni padi dan sapi memperoleh keuntungan sehingga tercipta sistem usahatani yang bebas limbah (zero waste). Teknologi yang dikaji meliputi teknologi budidaya padi dan pemanfaatan limbah padi sebagai pakan sapi. Teknologi budidaya padi dengan mengintroduksi VUB Inpari 32, Inpari 33, Inpari 43, Inpara 8 yang dibandingkan dengan varietas Dodok Erok yang sudah eksis ditanam petani, aplikasi pupuk kandang 2 to/ha. Untuk ternak sapi, menggunakan 15 ekor sapi PO dengan 3 perlakuan pakan dengan memanfaatkan limbah padi (jerami padi fermentasi dan tanpa fermentasi).

Kegiatan Temu Lapang dilaksanakan pada tanggal 5 November 2018, di lahan usahatani Poktan Mayo Baru, Kampung Harapan Makmur, Distrik Kurik, Merauke. Peserta temu lapang terdiri dari petani, penyuluh, peneliti dan pengambil kebijakan (Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Merauke, BPTP Papua, Ka. Distrik Kurik), Kepala Kampung Harapan Makmur, Puskeswan Kurik, SMK Negeri 1 Kumbe, Kepala BPP Kurik, PPL Kurik dan Malind. Kehadiran petani selain dari Poktan Mayo Baru juga dari Gapoktan dan 5 Poktan yang dekat dengan lokasi kegiatan. Pada saat temu lapang disampaikan teknologi yang dikaji oleh penanggung jawab kegiatan (Dr. Batseba Tiro), sambutan dan arahan dari Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Merauke. Peninjauan lapang sekaligus temu wicara dilaksanakan di lahan sawah dan dikandang sapi. Peserta temu lapang sangat tertarik dengan VUB yang diintroduksi dan teknologi fermentasi jerami untuk pakan ternak. Bahkan salah satu kelompok tani yakni Poktan Anumbob sudah menerapkan teknologi fermentasi jerami padi setelah sebelumnya berkunjung ke lokasi kajian, demikian pula kelompok tani lain yang hadir sangat merespon karena melihat langsung kondisi ternak di kandang yang mengkonsumsi jerami fermentasi menunjukkan performan yang baik. Diharapkan oleh Dinas maupun petani agar kegiatan ini dapat dilanjutkan pada tahun depan begitupun dari SMK Negeri Kumbe karena di lokasi kajian ini dijadikan tempat praktek siswa SMK dan penyuluh.