JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Panen Padi Organik Membangun LPBE dan Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan di Wilayah Perbatasan Merauke


Pelaksanaan Panen Bersama Padi Organik Membangun Lumbung Pangan Berorientasi Ekspor di Perbatasan Kabupaten Merauke dan Mendukung Pertanian Ramah Lingkungan telah dilaksanakan pada tanggal 30 Oktober 2018 di Kampung Amunkay. Kegiatan ini bertujuan untuk mendaratkan dan menderaskan inovasi teknologi Balitbangtan sampai di wilayah perbatasan dengan memperlihatkan keragaan penerapan teknologi padi organik pada demarea seluas 10 ha  kepada stakeholder di lingkungan Pemerintah Kabupaten Merauke, petani dan  pengguna teknologi lainnya; menggunakan Varietas Unggul Baru (VUB)  padi Inpari 32, Inpari 36, Inpari 37, Inpari 42 dan Inpari 43 pada lahan petani dengan sistem tanam jajar legowo 2: 1; penggunaan pupuk hayati; penggunaan bio dekomposer; pengendalian hama dan penyakit berdasarkan pengamatan  dan pengendalian terpadu; penggunaan alat dan mesin pertanian berupa transplanter dan combine harvester.

Dalam sambutannya Kepala BPTP Papua menyampaikan bahwa produktivitas var. Inpari Organik dapat mencapai 6-7 ton/ ha dan Merauke memiliki  potensi yang sangat besar dimana  85 % lahan baku sawah ada di Merauke. Hadir dalam kesempatan ini orang nomor satu Kab. Merauke yaitu Bupati dan Ibu, dan dalam sambutannya Bupati Merauke menyatakan  bahwa  sebagai Lumbung pangan  Papua menuju  Lumbung Pangan Indonesia yang berbatasan dengan Negara Papua New Guinea (PNG) ,   Merauke  telah membantu korban bencana alam gunung berapi di Papua New Guinea dengan menyumbangkan 50 ton beras dan 100 ton beras untuk membantu korban bencana alam di Palu, Donggala dan Sigi. Beras Merauke juga berhasil menembus pasar PNG  dan terbuka peluang pasar bagi komoditas pertanian di 24 Negara - Negara di Semenanjung Pasifik. Dengan mengelola dan menjaga 5 rawa besar potensi air untuk pengembangan pertanian di Merauke, harus ada trade mark dari 5 wilayah Distrik sehingga setiap mengingat Merauke setiap orang akan mengingat tentang beras. Panen bersama ini dilakukan oleh Bupati Merauke bersama Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Merauke, Kepala Dinas Tanaman Pangan & Hortikultura Provinsi Papua diwakili oleh Kabid.TPH Prov. Papua; Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merauke; Kepala BPTP Papua; Kepala Dinas Ketahanan Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Merauke, Kepala Balai Sungai Kementerian PUPR, Komandan Pos Kodim 1707 Tanah Miring, Kepala Distrik Miring, Kepala Kampung Amun Kay, disaksikan oleh para petani, peneliti, penyuluh dan pelaku usaha di bidang pertanian. 

Hasil ubinan BPS Kab. Merauke menunjukkan bahwa pada dem area padi organik untuk tiap varietas padi adalah sbb : Var. Inpari 32 = 7,08 t/ha Gkp; Var. Inpari 37 = 5,6 t/ha Gkp; Var. Inpari 42= 6,5 t/ha Gkp; dan Inpari 43= 6,2 t/ha. Pada kesempatan Panen Bersama Kepala BPTP Papua telah menyerahkan benih padi Inpari 36 dan Inpari 37 dari UPBS BPTP Papua kepada petani di Tanah Miring Melalui kegiatan penyuluhan yang berkesinambungan mengenai budidaya padi organik, petani padi di Merauke diharapkan mau dan mampu menerapkan pertanian ramah lingkungan seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk mengkonsumsi beras yang sehat (Sri & Siska).

  

Penyerahan Benih Padi Inpari 37 Lanrang kepada Bupati Merauke dan 36 Lanrang kepada Ketua Tim Penggerak PKK Merauke