JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Bimtek Teknologi Integrasi Tanaman Pangan dengan Ayam KUB di Distrik Sota Wilayah Perbatasan Kabupaten Merauke

 

Pelaksanaan Bimbingan Teknis Demplot Teknologi Usahatani Integrasi Tanaman Pangan dan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan Mendukung Lumbung Pangan Berorietasi Ekspor di Wilayah Berbatasan di Kabupaten Merauke pada tanggal 31 Oktober 2018; bertempat di Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Distrik Sota, Kampung Sota.  Bimbingan Teknis diikuti oleh 25 orang anggota  Kelompok Tani  Sukamaju ; pengurus dan anggota KWT Pical Subur Papua 10 orang ; Pengurus Gapoktan Gempar, Kaur Pemerintahan Kampung; Babinsa Kampung Sota, peneliti, penyuluh, teknisi pada Kebun Percobaan Merauke dan tokoh masyarakat Pdt. Paulus Gagojai.  Nara sumber pada Bimbingan Teknis tersebut adalah : drh. Dance N. Panggidae dari Dinas Ketahanan Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Kab. Merauke yang menyampaikan materi mengenai Kesehatan Ternak Ayam; Dr. Ir. Siska Tirajoh, MSi  menyampaikan materi mengenai Budidaya Ayam KUB. Dalam penyampaiannya bahwa BPTP Papua sudah mendaratkan ayam KUB sebanyak 100 ekor kepada Kelompok Tani di wilayah perbatasan titik nol km Kabupaten Merauke Kampung Sota Distrik Sota.

Ayam KUB merupakan ayam kampung unggul hasil seleksi 6 generasi ayam kampung unggul yang dihasilkan oleh Balitbangtan dan sebagai Inventor Dr. Ir. Tike Sartika (Ahli Peneliti Utama) Balitbangtan. Ayam KUB merupakan ayam hasil penelitian dengan keunggulan kemampuan produksi telur 160-180 butir/tahun dan bobot potong 800-900 gram dalam waktu 10 minggu, sifat mengeram sisa 10%. Diharapkan ayam tersebut dapat beradaptasi baik dan berkembang dengan pesat di wilayah Sota yang merupakan wilayah perbatasan NKRI dengan Negara tetangga PNG. Selanjutnya Frans Palobo, SP, M.Si yang juga menyampaikan materi mengenai Teknologi Integrasi Tanaman Pangan (Jagung dan Ubi Jalar). Bimbingan Teknis dilaksanakan dengan metode pemaparan dan diskusi yang diikuti secara antusias dan penuh semangat oleh seluruh peserta. Yang menarik  dari  Gapoktan Gempar di Kampung Sota ini adalah anggotanya merupakan gabungan dari petani lokal dari suku Kanum, asli Merauke dengan petani eks Transmigran. Penggabungan ini memudahkan transfer teknologi dan kerjasama usaha tani sehingga petani lokal dapat maju bersama dengan saudara-saudaranya dari Jawa.  Selain itu Kampung Sota  merupakan  wilayah yang berbatasan langsung dengan Wilayah PNG, yang menerapkan pertanian organik dengan kearifan lokal Suku Kanum yang perlu dikembangkan dengan sentuhan teknologi organik. Sangat tepat menerapkan sistem usahatani integrasi. Terdapat juga komoditas adat suku Kanum, “Khumbili” yaitu sejenis umbi-umbian merupakan makanan local masyarakat setempat yang perlu digali secara optimal namun dalam mengembangkannya perlu pendekatan secara khusus sehingga tidak bertentangan dengan adat dan budaya setempat. (Sri RS dan Siska).