JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sosialisasi Pengelolaan SDG Percepatan Pendaftaran Varlok

(Sentani, 09 Oktober 2018) Tim SDG Papua telah melakukan sosialisasi kegiatan percepatan varietas lokal dan koordinasi komda. Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas TPH Provinsi Papua, Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Jayapura, Dinas TPH Kabupaten Jayapura, Balitbangda Provinsi Papua, Universitas Cenderawasih Jurusan Biologi F-MIPA, BPSB Provinsi Papua dan Peneliti-Penyuluh BPTP Papua.

  
Kepala BPTP Papua dalam sambutannya menyebutkan bahwa Indonesia memiliki kekayaan SDG (plasma nutfah) yang sangat besar, mega biodiversity terbesar kedua di dunia. Tingginya tingkat biodiversity karena kondisi alam yang luas dengan penyebaran dan kondisi wilayah geografis yang bervariasi. SDG memiliki arti sangat penting dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan baik secara langsung maupun tidak langsung. Pengelolaan SDG harus dilakukan karena terkait ancaman erosi akibat perubahan iklim dan pemanasan global. Komda, yang dalam hal ini memiliki peran terkait pengelolaan SDG di lingkup provinsi, harus turut aktif dalam kegiatan pengumpulan data dan informasi plasma nutfah lokal untuk kemudian dikonservasi dan dimanfaatkan.

Mariana Ondikelew sebagai Ketua Tim sekaligus Pj. SDG memaparkan hasil kegiatan percepatan pendaftaran varietas lokal yang dilakukan BPTP Papua atas kerjasama PPVTP dengan BBP2TP. BPTP Papua pada tahun 2018 telah mendaftaran 6 aksesi asli Papua; Gula Yu, Maninggombu, Pisang Aumang, Pisang Ebulu Yokholo, Anggur Papua dan Khombelu. Selanjutnya, Tim SDG akan melakukan kegiatan karakterisasi satu aksesi umbi gembili Jayapura, satu pisang Papua dan 3 ubi jalar Pegunungan Bintang pada bulan Oktober dan November.
Kegiatan selanjutnya adalah Focus Group Discussion (FGD) dengan topik diskusi yang diangkat adalah peran dan dukungan Komda terhadap pengelolaan SDG di Papua. Perwakilan tiap instansi sepakat bahwa pengelolaan SDG terutama pendaftaran varietas perlu untuk dilakukan, dan akan ada kerjasama terkait kegiatan ini sesuai Tugas dan Fungsi masing-masing instansi. Selain pendaftaran varietas, penting juga diketahui aspek sosial-ekonomi karena pengguna akhir adalah petani atau masyarakat, yaitu menghasilkan keuntungan secara ekonomi dan tidak melanggar adat setempat.. Selanjutnya, harus ada penghargaan kepada pihak-pihak yang telah melestarikan plasma nutfah asli Papua. Terkait komda, perlu ada pembuatan program kerja tahunan dan secara jangka panjang sehingga kegiatan pengelolaan SDG bisa berjalan optimal.