JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kunjungan ke Kampung Yoboi

 

(Sentani, 06 Okt 2018) Kepala BPTP Papua, Dr. Ir. Muhammad Thamrin, MSi dan beberapa staf melakukan kunjungan ke Kampung Yoboi, Sentani pada tanggal 6 Oktober 2018. Ksmpung Yoboi merupakan salah satu pulau yang letaknya berada di kawasan danau sentani. Area tersebut relatif dekat dengan kantor BPTP Papua, tetapi tidak ada akses jalan darat untuk menuju lokasi.  Untuk menjangkau lokasi ini harus menggunakan perahu.

Salah satu mata pencaharian warga kampung Yoboi adalah memanen sagu. Sagu diperoleh dari hutan sagu alami yang berada di pinggiran danau Sentani. Hutan sagu tersebut dimiliki oleh adat. Pengembangan komoditi sagu tersebut tidak bisa dilepaskan dari pemberdayaan masyarakat adat.

BPTP Papua merencanakan kegiatan pembibitan dan pengolahan sagu untuk tahun anggaran 2018. Dalam rangka rencana kegiatan tersebut, tim dari BPTP Papua menelusuri wilayah dan masyarakat adat yang memungkinkan untuk diajak kerjasama untuk pengembangan komoditi sagu. Walaupun libut akhir pekan, Tim tetap bersemangat untuk menelusuri wilayah danau Sentani, diselingi pemandangan indah hutan sagu disepanjang perjalanan.

Terdapat 14 aksesi sagu pada hutan sagu di dekat kampung Yoboi: Para Hembokleuw, Para Waw, Para Honghai, Yebha, Follo, Pane, Hobolo, Ruruna, Wanni, Hili, Osukhulu, Ebesum, Mongging, Manno, Rondo dan Habela. Masyarakat melakukan pembagian kerja untuk mengolah sagu. Kaum pria menebang pohon, membuka kulit dan pelepah, serta memarut pokok pohon menjadi serbuk. Serbuk tersebut kemudian dibawa ke pinggiran danau untuk diperas. Pemerasan menggunakan air danau, endapan pati yang diperoleh dikumpulkan dalam karung. Satu karung ukuran 15 kg beras tersebut terdapat sekitar 38 kg pati basah. Pati basah ini yang akan dijual ke pasar dengan kisaran harga Rp 200 ribu per karung.

Banyak hal yang bisa dikembangkan dari pemanenan sagu secara tradisional ini. Introduksi mesin dan rumah pengolahan sagu terbukti tidak berkembang dengan baik. Desain alat dan sistem panen sagu harus memperhatikan kebudayaan masyarakat setempat. Informasi yang diperoleh dari kunjungan ini dapat digunakan sebagai informasi dasar untuk perancangan kegiatan sagu pada tahun anggaran 2018. (Adnan&Ressa)