JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sentuhan Teknologi Budidaya Padi untuk Masyarakat Suku Dani

    

(Jayawijaya, 27/09/2018) BPTP Papua melakukan kajian peningkatan produksi padi organik di Lembah Baliem Wamena tepatnya di Kampung Haleluwa Distrik Asolokobal Kab. Jayawijaya. Oleh masyarakat lokal, padi sudah dikenal sejak tahun 80-an sampai sekarang. Varietas padi yang digunakan berasal dari Toraja sehingga terkenal dengan nama padi Toraja. Luas baku lahan sekitar 1500 ha dan yang intensif tergarap berkisar 300 ha tersebar pada beberapa distrik (sumber dinas TPH Jayawijaya). Lokasi kajian BPTP Papua berada pada ketinggian 1600 m dpl. Petani eksisting memperoleh rata-rata hasil produksi yang masih cukup rendah di angka 1,0-1,5 t/ha GKP. Penyebab rendahnya produktifitas pertanian daerah pegunungan disebabkan beberapa faktor yaitu 1) Adanya surat edaran dari Pemda tentang pelarangan penggunaan bahan-bahan kimia baik pupuk maupun pestisida (full organik), 2) varietas lokal dengan umur panen 6 bulan, 3) umumnya petani masih belum paham inovasi teknologi. Dengan mengacu pada masalah tersebut maka BPTP Papua melakukan kajian peningkatan produksi dan produktivitas padi organik di dataran tinggi. Beberapa inovasi teknologi yang diintroduksikan yaitu 2 VUB (inpari 27 dan 28), sistem tanam jarwo super, pemupukan dengan pemanfaatan sisa-sisa tanaman melalui fermentasi, bimtek inovasi teknologi kepada penyuluh dan petani. Kegiatan ini didukung penuh oleh Pemda khususnya Kadis TPH, TNI melalui Babinsa, penyuluh lapangan, kepala suku dan masyarakat. Pelaku utama usahatani padi murni orang asli suku Dani. Diharapkan dengan kehadiran teknologi tersebut dapat diadopsi sehingga meningkatkan produksi dan produktivitas padi di dataran tinggi Jayawijaya. (Arif Kasim & Ressa)