JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Gula Sagu Berpotensi Memenuhi Kebutuhan Gula Masyarakat Papua

                                                                                                                 

Rabu, 11 Juli 2018, bertempat di laboratorium BPTP Papua, Tim Peneliti Pasca Panen BPTP Papua melakukan uji coba pembuatan gula cair dari bahan lokal sagu. Kegiatan ini didasari oleh belum maksimalnya pemanfaatan pati sagu di Indonesia. Dalam pengujian ini, Tim Peneliti memanfaatkan enzim amilase dan amiloglukosidase untuk memecahkan pati sagu menjadi gula. Melalui proses enzimatik ini, gula cair sagu akan aman untuk dikonsumsi. Terjadi 2 proses dalam pengujian ini, yaitu Likuifikasi dan Sakarifikasi. Proses likuifikasi dalam uji coba ini yaitu mengencerkan pati sagu yang masih kental. Sedangkan sakarifikasi adalah proses perubahan dextrin menjadi gula. 

"Percobaan ini dilakukan melalui proses enzimatik dengan mengkombinasikan enzim amilase dan amiloglukosidase untuk merombak pati sagu menjadi gula. Enzim tersebut dihasilkan dari proses mikrobiotik sehingga produk yang dihasilkan aman dikonsumsi. Proses singkatnya, pati sagu yang merupakan oligosakarida dipecah oleh amilase menjadi molekul yang lebih sederhana. Pemecahan molekul pati oleh amilase membuat larutan pati tetap dalam bentuk cair, ini disebut proses likuifikasi. Sedangkan proses sakarifikasi, yaitu merubah molekul karbohidrat dalam bentuk oligosakararida dan disakarida menjadi glukosa yang merupakan monosakarida yang kita kenal sebagai gula." menurut Adnan, SP. M.Si.

Dengan adanya uji coba ini, gula cair sagu mampu menjadi alternatif kebutuhan gula di Indonesia, khususnya di Papua. Jika dilihat dari tingkat kesehatannya, gula cair sagu ini lebih sehat dibanding dengan gula biasa. Selain itu, proses pembuatan gula cair sagu juga tergolong mudah dan cocok dibuat untuk skala rumah tangga. Oleh karenanya, pengujian ini akan terus dimaksimalkan untuk mendapatkan produk gula cair sagu terbaik.

"Dengan potensi dan kelebihan gula cair sagu yang mudah dibuat untuk skala rumah tangga, akan dapat memenuhi kebutuhan gula masyarakat Papua. Selain itu, gula cair sagu lebih sehat dibandingkan dengan gula biasa." menurut Dr. Ir. Niki Elistus Lewaherilla, M.Si.

"Sagu adalah salah satu makanan yang dapat mengontrol gula darah, karena kadar indeks glikemik gula cair sagu relatif lebih rendah jika dibandingan dengan gula tebu. Jadi kadar glukosa dari gula cair sagu lebih rendah dari gula tebu. Selain itu, sagu memiliki kandungan serat dan mineral fosfor yang mampu menghambat laju peningkatan kadar glukosa yang terdapat pada gula darah." menurut Asriyani, S. Si.