JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Rapat Koordinasi, Sosialisasi Pedum dan Monev LPBE-WP BBP2TP di Kabupaten Merauke

 

 

Bertempat di ruang rapat Dinas TPH Kab. Merauke, Tim Monev DIP-WP BBP2TP Dr. Bahtar Bakrie dan Hari Hermawan, M.Si dan Tim Perbatasan Bptp Papua (Dr. Siska Tirajoh, Dr. Niki Lewaherilla, Ir. Sri Sihombing, Frans Palobo, MSi, Sudarsono, SP, Ir. Musrifah Sari dan Sriyati telah melaksanakan Rapat Koordinasi dengan Dinas TPH Kabupaten Merauke. Rapat diikuti oleh Kepala Dinas TPH Kab. Merauke, para Kabid dan Kasie Dinas TPH Kab. Merauke. Dalam arahannya Pak Kepala Dinas menyampaikan program pengembangan komoditas di kab. Merauke dlm mendukung LPBE-WP. Terkait dengan tersedianya kesesuaian lahan sebesar 1,2 juta ha di Merauke maka 1. Merauke ditetapkan sbg lumbung pangan nasional; 2. Wujudkan kawasan  khusus Merauke; 3. Pengelola lahan 70 persen BUMN dan 30 persen Swasta dan 4. Kembangkan mekanisasi di Indonesia. Adapun sasaran luas tanam padi di Tahun 2017 sebesar 56.249 ha sehingga ada peningkatan dibandingkan tahun lalu sebesar 6.000 ha. Peningkatan luas areal tanam padi tersebut didukung oleh cetak sawah 3.000 ha dan optimalisasi saluran primer sehingga di tahun ini ada peningkatan produktivitas padi mencapai 5-6 t/ha dibandingkan tahun sebelumnya provitas padi 4,36t/ha. Sedangkan Th 2018 ini  pengembangan padi organik di wilayah perbatasan seluas 800 ha; pengembangan padi gogo seluas 8.350 ha; pengembangan jagung hibrida 5.000 ha dan pengembangan padi inbrida pd lahan eks cetak sawah hanya 50 ha. Selain program strategis ada juga program daerah yg dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan seperti pengembangan ubijalar, pengembangan ubikayu, sukun, pisang, keladi, sagu dan sebagainya, namun demikian masih terdapat permasalahan yang dihadapi yaitu masalah pemasaran, biaya olah tanah cukup tinggi, benih unggul bersertifikat, pupuk bersubsidi, pengairan, modal usahatani, dukungan alsintan, dukungan sarana prasarana pelabuhan eksport dan transportasi. Adapun tujuan kerangka kerja logis percepatan pembangunan di Tahun 2018 yaitu ketahanan pangan daerah menuju swasembada; peningkatan pendapatan daerah; nilai tambah produk pangan; pengembangan pertanian organik pada kampung-kampung lokal; percepatan penyediaan Kawasan Ekonomi Khusus sbg kawasan industri pangan; optimalisasi dan peningkatan infrastruktur irigasi, jalan usahatani, jembatan usahatani, jalan produksi dan sarana pasca panen; penyedia sarana prasarana pertanian benih pupuk dan alsintan serta pembagian klaster pengembangan pertanian non organik dan organik sehingga dapat terwujudnya ekspor beras premium dan beras organik. Harapan pak Kepala Dinas bahwa dukungan BPTP sangat dibutuhkan terkait dengan kebutuhan inotek ditingkat petani dan pengawalan/pendampingan teknologinya dengan demikian program LPBE-WP akan berjalan lbh baik.

Pada kesempatan itu juga Tim Monev BBP2TP Bogor menyampaikan bahwa selain tugasnya mendukung pelaksanaan LPBE-WP di Papua jg melakukan monev sampai sejauh mana pelaksanaan keg yg sdh tercapai serta bgm dukungan inovasi pertanian di wilayah perbatasan. Sedangkan tugas BPTP yang hrs dilaksanakan yaitu 1. Melakukan identifikasi analisis potensi dan permasalahan utk perancangan LPBE-WP; 2. Pelatihan calon pelatih (TOT) inovasi pertanian; 3. Diseminasi dan kaji terap melalui percontohan; 4. Melakukan advokasi dan fasilitasi penerapan inovasi pertanian. Dalam diskusi yang berlangsung ditambahkan juga oleh Dr. Siska Tirajoh selaku Pelaksana kegiatan Perbatasan bahwa selain mendukung pengembangan komoditas strategis padi dan jagung juga akan dilakukan pendampingan pada kegiatan pengembangan komoditas spesifik lokasi yg dibutuhkan daerah setempat daerah guna mendukung ketahanan pangan.