JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Strategi Mewujudkan Kedaulatan Pangan Melalui Pengembangan Sagu Integrasi Hulu-Hilir

 

Jayapura (4 Juni 2018) Pemprov Papua bersama stakeholder menggelar Focus Group Discussion (FGD). FGD yang dilaksanakan di Humboldt Cafe dan Resto, Jayapura mengusung tema “Mewujudkan Kedaulatan Pangan Melalui Pengembangan Sagu Secara Interaktif Hulu-Hilir”.  Tujuan akhir FGD yang dilaksanakan selama 1 (satu) hari yaitu menghasilkan rekomendasi yang akan digunakan oleh pengambil  kebijakan dalam pengembangan komoditas secara secara sinergis. Adapun stakeholder yang hadir berasal dari : Komisi B DPRD Papua; Asisten 2; Asisten 1, Bupati Jayapura, Bupati Mappi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Papua, BPTP Papua, Pimpinan BI, Kepala Bulog , Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Papua; Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Papua; Kepala Dinas Ketahanan Pangan Papua; Kepala Dinas Perindustrian & Perdagangan Papua; Kepala Dinas Koperasi dan UKM Papua; Kepala Penanaman Modal dan PTSP Prov Papua, Kepala Biro Perekonomian, Kepala Dinas Perkebunan & Peternakan Jayapura; Kepala Dinas Pertanian & Perikanan Jayapura, Rektor Unipa, Rektor Universitas Musamus; Ketua CPA Hiroshi  Marshall Suebu; Drs I Made Budi M.Si, Ondoafi (Kepala Suku Pemilik Sagu). Dalam kesempatan ini, BPTP Papua diwakili oleh Ketua Kelji Sosek (Ir. Melkcisedek Nunuela, M.Si), Ir. Sri Rahayu D. Sihombing dan Mariana Ondikeleuw, S.Sos,M.Si. Keynote speaker FGD antara lain Mayjen Soedarmo (PJ Gubernur Papua dan Nara Sumber/Pembicara Utama : 1). Prof.Dr.Ir.  Bintoro (Ketua Masyarakat Sagu Indonesia) ; 2) Dr. Drs Muh. Musaad M.Si ( Kepala Bappeda) ; 3) Prof. Dr. Drs A. Fatem (Guru Besar Fak Ekonomi Uncen) ; 4) Charles Toto ( International  Chief of Sago) dan 5). Perbankan.

Pokok Bahasan FGD Pengembangan Sagu antara lain :

  1. Peningkatan Tata Kelola Budidaya Sagu (pengadaan bibit, pemberdayaan petani, manajemen pengelolaan kebun sagu, pra sarana dan sarana dan kilang sagu;
  2. Peningkatan tata niaga produksi sagu ( koperasi, standarisasi harga yang menguntungkan petani; pemanfaatan inovasi teknologi; terciptanya produk turunan sagu dan pemasarannya;
  3. Sinergitas peran stakeholders dalam pengembangan dan pemanfaatan sagu ( dunia usaha, akademika, pemerintah, tokoh masyarakat dan mayarakat).
  4. Perlu adanya regulasi kelompok tani dalam berusaha

Provinsi Papua saat ini mempunyai luas lahan sagu sekitar 4,7 juta ha. Sagu sebagai komoditas strategis mempunyai banyak manfaat yaitu sebagai pengganti beras (kandungan karbohidrat setara dengan beras), aneka olahan produk pangan serta olahan non pangan (bioetanol dan kosmetika). Peluang besarnya potensi sagu di Papua dapat dimaksimalkan salah satunya melalui integrasi dari hulu-hilir dari pembuat kebijakan sampai petani atau masyarakat lokal yang melakukan budidaya sagu. Mayjen Soedarmo selaku PJ Gubernur menyampaikan “Dalam pengembangan tata kelola sagu, hal penting yang perlu dilakukan adalah pembinaan kepada kelompok tani dan masyarakat pemilik hak ulayat agar mereka bersedia mendukung pengembangan sagu. Petani perlu dibekali dengan teknik pembibitan, penanaman, penjarangan, dan pemeliharaan serta cara panen yang baik, termasuk pendampingan dalam manajemen lahan sagu. Saya berharap SKPD dilingkungan Pemerintah Provinsi Papua berkoordinasi dengan SKPD di Kabupaten atau Kota agar kegiatan pembinaan kepada petani dan masyarakat adat dapat berjalan dengan baik,".