JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Inpari 43 Agritan GSR Kunci Inovasi Kegiatan DIP-WP Papua di Jayapura

Tim BPTP Papua bersama-sama Ketua Gapoktan Langgeng Jaya dan Petani Penangkar dan anggota Kelompok tani melakukan diskusi dan kunjungan lapangan untuk mengidentifikasi calon lahan dan calon petani di Kelurahan Koya Barat Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Identifikasi CPCL Diseminasi Inovasi Pertanian di Wilayah Perbatasan Kelurahan Koya Barat Distrik Muara Tami, Kota Jayapura : Pertanian Modern dengan Sistem Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) Padi Sawah Irigasi. Salah satu agenda proritas Kabinet Kerja Jokowi-JK adalah membangun Indonesia dari pinggiran yang merupakan Nawa Cita Ketiga. Agenda prioritas pemerintah di bidang pertanian adalah mewujudkan kedaulatan pangan dengan cara penguatan kapasias produksi dalam negeri yang meliputi komoditas padi, jagung, kedelai, daging, gula, cabai dan bawang merah. Papua merupakan provinsi dengan wilayah pertanian yang luas dan berbatasan langsung dengan PNG Oleh karena itu pembangunan pertanian di wilayah perbatasan Papua selain ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan pangan sendiri juga ditujukan untuk menjadi komoditas ekspor jika memang produksi pangan berlebih. Program Kementan yang direncanakan untuk dilaksanakan di daerah perbatasan adalah pertanian modern dengan sistem Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT).

Tim BPTP Papua yang terdiri dari Dr. Siska Tirajoh sebagai pelaksana PJ Kegiatan DIP-WP Papua, penyuluh senior Ir. Sri Rahayu Sihombing, peneliti (Ir. Arifuddin Kasim) dan calon peneliti (Fajriyatus Sho’idah, Sp) melakukan identifikasi CPCL pada Gapoktan Langgeng Jaya, pada beberapa kelompok tani yang ada di Kelurahan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.

Para petani dari Gapoktan Langgeng Jaya sangat antusias dengan program yang direncanakan Kementan dan bersedia berpartisipasi terlaksananya program tersebut, yakni dengan menyediakan lahan percontohan untuk kegiatan diseminasi inovasi pertanian. Ketua Gapoktan Langgeng Jaya berharap dengan adanya lahan percontohan yang terbukti menghasilkan produksi tinggi dengan efisiensi biaya, petani lain mau mencoba untuk menerapkan teknologi budidaya tersebut.

Lahan yang akan digunakan sebagai percontohan memiliki luas 5 ha dan berada dalam satu hamparan. Lahan adalah milik anggota Gapoktan Langgeng Jaya yang berada di Kelurahan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Jayapura. Pertanian modern dilakukan dengan mekanisasi pertanian yakni penggunaan transplanter 4:1 dan 2:1. Penggunaan transplanter diharapkan mampu menurunkan biaya produksi karena keterbatasan tenaga kerja selain itu juga mampu menarik minat generasi muda untuk terjun di bidang pertanian. PTT yang merupakan paket teknologi budidaya spesifik lokasi dan dicirikan dengan penggunaan varieas unggul baru, pemupukan berimbang dan pengendalian hama penyakit terpadu. Varietas yang direncanakan ditanam adalah padi varietas Inpari 43 Agritan GSR. Inpari 43 memiliki keunggulan tahan rebah, poteni hasil 9,02 ton GKG per hektar, dan menghasilkan nasi yang pulen.

Harapan dilakukannya demfarm ini adalah petani dapat mengikuti teknologi budidaya yang dicontohkan, sehingga mampu meningkatkan pendapatan petani karena biaya produksi rendah dan hasil produksi tinggi, dengan demikian dapat memenuhi pangan di wilayah Papua, dan bisa dilakukannya ekspor komoditas pangan.

Sinergitas antar instansi pusat dan daerah sangat perlu dilakukan. Pemerintah daerah Kota Jayapura memiliki program di bidang pertanian yakni Peningkatan IP dan Desa Mandiri Benih. Kegiatan percontohan juga dilakukan di Koya Barat. Petani Koya menyatakan bahwa peningkatan IP dari 200 menjadi 300 sangat mungkin dilakukan (khususnya di wilayah Koya) karena sudah tersedia sistem irigasi yang baik dan adanya kelembagaan pengelolaan air (Perkumpulan petani pemakai air – P3A). Penanaman padi VUB oleh dua petani penangkar benih pada luasan 2 ha (berumur 56 hari, awal tanam 25 Januari 2018) diharapkan mampu memenuhi kebutuhan benih di wilayah Koya Barat. Program-program yang dilakukan Dinas Pertanian Kota Jayapura dan Balitbangtan Papua merupakan upaya untuk mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia di tahun 2045.