JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sagu Raksasa Pangan Lokal Dunia Belum Dibangunkan

 

 

 

Seluas 51,3 % areal sagu dunia ada di Indonesia. Ini fakta, sekitar 1,128 juta ha hutan sagu tumbuh subur di bumi Nusantara. Dunia punya 2,2 juta ha dan negeri tetangga Malaysia punya 1,5% dan Thailand 0,2% nya. Raksasa pangan lokal ini masih tidur lelap di Papua, Papua Barat, Maluku, Kalsel kecuali di Riau dan sedikit tempat lainnya, dengan kandungan 84,7 g KH dari per 100 g bahan.

Mendengar kata sagu kita ingat PAPEDA jenis makanan khas Papua dan Maluku dengan ikan kuah kuning, sayur bunga pepaya, sayur lilin dan varian lainnya. Orang kota masih rendah mengkonsumsi sagu (0,08 kg, lebih tinggi di pedesaan (0,71 kg) dan tentu tertinggi di Papua mencapai 205 kilo kalori/kapita/hari.

Membangunkan raksasa pangan lokal sagu butuh inovasi krn tanpa inovasi harga tepung sagu tentu akan tetap mahal karena masalah skala ekonomis dalam siatem produksinya.

Mengangkat potensi sagu bersamaan dengan ubi jalar, talas, keladi, gembili, juwawut Papua tentu akan mengurangi ketergantungan akan pangan beras di Papua, walaupun tidak dapat disangkal bahwa Tanah Papua juga akan menjadi lumbung pangan Indonesia masa depan shg perlu disiapkan konsep, strategi dan kebijakan2 pertanian yang sesuai selaras harmoni serta bersinergi dengan adat, budaya, ulayat, dan kearifan-kearifan lokal tinggi lainnya.

SENYUM PAPUA ITU INDONESIA
DI PAPUA KITA JUMPA INDONESIA
(Yuliantoro Baliadi)