JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Sagu merupakan salah satu komoditi tanaman pangan strategis yang dapat dipergunakan sebagai sumber karbohidrat yang sangat potensial di Papua. Walaupun demikian, peminat sagu masih terbatas dan semakin berkurang. Tidak sedikit dusun sagu yang hanya tinggal cerita, karena telah alih fungsi lahan seperti; pembangunan perumahan, dan gedung - gedung besar. Pohon sagu yang dapat kita jumpai saat ini adalah di tepi jalan utama menyusuri ruas jalan Kabupaten Jayapura, di wilayah Sentani, Depapre dan Genyem.

Sagu dikenal sebagai bahan makanan pokok sebagian suku-suku asli di Jayapura, yang disajikan dalam acara ritual adat. Olahan yang di sajikan adalah  papeda (bubur dari tepung sagu, red), yang merupakan  menu khusus yang disajikan. Beberapa restaurant (rumah makan) terkadang menyiapkan Papeda sebagai tawaran menunya. Selain itu bagi industri makanan dan kue dalam skala Home Industry (Industri Rumah Tangga) di Jayapura menggunakan sagu sebagai bahan dasar dalam usahanya.

Hutan sagu di Provinsi Papua mempunyai luas sekitar 771.716 ha sekitar 85 % dari luas lahan sagu dunia (sumber : Rapat Koordinasi  Balitbangda, 02 Juli 2018). Hutan sagu di Kampung Simporo adalah kurang lebih 100 ha (key informan), pada umumnya dusun sagu hanya dikelola dengan pola petani belum ada tindakan budidaya. Hutan sagu Kampung Simporo berada di pinggiran danau Sentani dan jauh dari permukiman masyarakat kampung dibatasi danau Sentani. Jenis-jenis sagu yang ada di hutan sagu ada lima (5) jenis yang dikenal masyarakat setempat  yakni sagu Phara, sagu Yebha, sagu Osukhulu, sagu Yakhalobe dan sagu Rondo.

Upaya membangun kawasan kampung sagu berorientasi bisnis dengan mengajarkan petani sagu binaan pemerintah daerah melalui pendidikan dan pelatihan dapat diwujudkan melalui  kunjungan ke lahan sagu potensi dan mengetahui produksi sagu dan pemanfaatannya. Kampung Simporo adalah tujuan kunjungan lahan sagu karena terdapat potensi pohon sagu dan terletak di daerah yang trategis. Kunjungan lahan sagu tanggal 19 September 2018 dilakukan oleh Kepala Balitbangda Papua, Ir. Omah Laduani Ladamay, M.Si bersama tim yang terdiri dari Kepala Dinas KP Ir. Roberth Eddy M,Si, Kepala Dinas Perkebunan, Kepala Dinas Perindustrian Max.Olua S.Sos, MS, Perbankan (Bank Papua) dan tim dari BPTP adalah Dr. Adnan dan Mariana. Ondikeleuw, S.Sos, M.Si  

Adapun hasil kunjungan ke hutan atau dusun sagu (Khawengeng) milik masyarakat adat Kampung Simporo  yang terletak di pinggiran danau Sentani adalah pengembangan model kawasan sagu berorientasi bisnis di Kabupaten Jayapura, dengan melibatkan masyarakat kampung dalam teknis pelaksanaan pekerjaan (menciptakan lapangan kerja), menyiapkan bangunan fisik untuk peralatan mekanisasi di Yosoi, Pihak Bank meyiapkan peralatan dan bantuan pemberian kredit lunak bagi masyarakat melalui KUR. Badan Ketahanan Pangan siap membantu dengan pelatihan olahan, pihak Dinas Perkebunan mebantu cara budidaya tanaman sagu, BPTP Papua membantu dalam teknologi inovasi olahan pangan local. Hal ini di sambut baik oleh pihak adat kampung (Ondofolo Demas Tokoro) yang menyatakan bahwa siap mendukung program yang baik ini, dapat menambah pengetahuan masyarakat tentang budidaya sagu serta dapat meningkatkan   

Pusat pelatihan berbasis sagu dimana menjadi sarana untuk pata petani sagu untuk belajar dan saling bertukar pikiran dalam pengembangan, pengolahan serta penguasaan mekanisasi teknis perakitan dan perbaikan alat olah sagu. (Mariana.O).

(Muara Tami, 20 Sept 2018) Dukungan BPTP Balitbangtan Papua dalam menyukseskan KRPL dalam hal pendampingan kepada penerima manfaat yakni Kelompok wanita/dasawisma & kelompok masyarakat dimana komponen kegiatan pendampingan optional yang dilakukan adalah KBD (Kebun Benih Desa), demplot, dan pengembangan pekarangan ditambah kebun sekolah dan pola konsumsi B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang dan Aman).

Melihat dari fungsi operasional BPTP dalam KRPL, yaitu operasionalisasi memiliki fungsi utama yakni pendistribusian benih biji/semai untuk KBD/KRPL, sebagai narasumber ToT (Training Of Trainer) KRPL BKP, tema: budidaya, HPT, sesuai kebutuhan lokasi pendampingan kluster dan penyediaan publikasi KRPL.

 Lokasi pendampingan yang ditetapkan diantaranya lokasi BKP : minimal 1 dan Lokasi lain (permintaan Pemda/swakelola) sesuai kondisi. Maka pada hari senin, 20 September 2018 dilakukan distribusi bantuan benih dan bibit yang dihasilkan oleh KBI BPTP Papua, kepada Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua di daerah Koya Barat Kota Jayapura. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Serah Terima Tanaman oleh BPTP Papua yang diwakili Ka. Sie. KSPP Dr. Ir. Niki E.Lewaherilla, MSi serta pihak Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua oleh Kabid. Konsumsi dan Penganekaragaman Pangan Ir. Rr. Naning Bodrowati. Bantuan yang diberikan selain untuk menyukseskan kegiatan KRPL juga untuk mendukung Gertam Cabai di Provinsi Papua.

 Adapun jenis dan jumlah tanaman yang diserahkan adalah cabai besar jenis Ciko (ES) sebanyak 8 sachet, cabai Tanjung 2 (SS) sebanyak 10 sachet, Cabe keriting Kencana (BS) sebanyak 10 sachet dan bibit tanaman cabe rawit yang dihasilkan dari KBI BPTP Papua sebanyak 100 tanaman, serta brosur dan buku petunjuk teknis budidaya Cabai, sebanyak 6 eksemplar.

Harapan dari Dr. Niki E Lewaherilla,agara benih dan b ibit yang diserahkan dapat bermanfaat bagi petani dan sesuai dengan prinsip serta harapan dari kegiatan KRPL yaitu Kemandirian pangan rumah tangga, penganekaragaman pangan berbasis sumber daya lokal, peningkatan kesejahteraan rumah tangga dan masyarakat dan dikembangkan secara berkelanjutan

Acara ini turut pula dihadiri juga oleh Ka.Sie Konsumsi DKP Papua beserta staf, PJ. KRPL BPTP Papua dan PJ. KBI BPTP Papua, petani dan perwakilan Dinas Ketahanan Pangan Kota Jayapura.

 Kegiatan dilanjutkan dengan penanaman perdana benih cabai ke dalam polybag oleh Kabid DKP Papua, Ka.Sie KSPP BPTP Papua dan perwakilan DKP Kota Jayapura.

Kegiatan penandatanganan ini dilakukan di bawah guyuran gerimis di bawah naungan gereja Advent Koya Barat. sepert lirik lagu Panbers “kala senja di gereja tua waktu itu hujan rintik-rintik, kita berteduh di bawah atapnya”. semoga kegiatan ini (KRPL & Gertam Cabai), tetap melegenda dan dikenang seperti lagu Panbers tersebut. (Ghalih, Ressa)

        

 

Kabupaten Keerom merupakan salah  satu  wilayah Perbatasan NKRI dengan PNG sebagai wilayah  sentra pengembangan Pertanian, yang kaya  dengan berbagai sumberdaya pangan lokal antara lain: sagu dan umbi-umbian. Ketersediaan Pangan lokal tersebut perlu  dikembangkan menjadi berbagai aneka pangan  melalui inovasi  olahan aneka  pangan yang dapat memenuhi  kebutuhan pangan dan gizi keluarga, tetapi juga dapat memberikan  manfaat ekonomi. Adapun  olahan  pangan berbasis komoditas  sagu dapat dibuat beraneka   ragam produk turunan antar lain  : mie sagu, sagu mutiara, tepung sagu, bakso sagu, brownies sagu, kue kering,  kembang goyang, stik sagu, kerupuk sagu, gula sagu, ice cream sagu dan lain sebagainya.

Berkenan dengan itu  BPTP Papua melalui kegiatan Dukungan Inovasi Pertanian Mendukung LPBE WP Kab Keerom menginisiasi  Bimtek Olahan Pangan Sagu kepada Kelompok " Ibu Sara " di Kampung Skofro kampung perbatasan RI-PNG  Distrik Arso Timur Kabupaten Keerom. Kegiatan Bimtek hari Jumat, 14 September 2018 diikuti oleh  kelompok Wanita " Sara", PKK Kampung,  BNPB Kab Keerom, Ondoafi Skofro, Kepala Kampung dan staf. Narasumber olahan pangan sagu adalah peneliti penyuluh BPTP Papua antara lain Mariana Ondikeleuw, S.Sos, MSi, Yuliana Rumsarwir SP, dan  Marice Merhabia, S.IP.

Dalam arahan pembukaan kegiatan  mewakili  Ka BPTP Papua  Dr. Niki Lewaherilla sekaligus sebagai PJ DIP LPBE WP Keerom BPTP Papua mengemukakan   potensinya sagu    sebagai  sumber aneka pangan keluarga   dapat dibuat berbagai jenis aneka pangan selain memenuhi kebutuhan keluarga juga sebagai  sumber pendapatan mengingat Kampung Skofro sebagai gerbang pelintas batas dari dan ke PNG. Dr. Niki Lewaherilla juga menyampaikan bahwa  BPTP sebagai UPT Balitabngtan Kementerian Pertanian telah banyak melakukan kegiatan   di Kabupaten Keerom melalui pengkajian diseminasi dan pendampingan inotek spesifik lokasi.  Kepala BNPB Kab Keerom yg diwakili oleh BPK HW Wanma  memberikan apresiasi atas  kegiatan BPTP diharapkan dapat  bersinergis dan kolaborasi  dengan BNPB Kab Keerom dalam pengembangan masyarakat  di Kampung - kampung perbatasan di Kab Keerom seperti kegiatan ini. Apresiasi yang samapula   oleh Ondoafi, Kepala kampung dan Tokoh Agama yang juga sekaligus sebagai motivator bagi masyarakat Kampung Skofro Pdt Betty Kenikir STh atas perhatian melalui latihan olahan pangan membuka pemahaman dan sekaligus memotivasi masyarakat  dan diharapkan dapat melakukan bimbingan  selanjutnya di Skofro (Yuli. R).

  

Praktek pembuatan olahan pangan dari sagu

  

Peserta olahan pangan sagu

 

 

 

 

Bertempat di Aula BPTP Balitbangtan Papua, Senin 17 September 2018 dilaksanakan entry meeting pemeriksaan Laporan Keuangan oleh Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI yang dihadiri kurang lebih 50 orang peserta. Pertemuan ini difokuskan pada pemeriksaan laporan belanja persediaan 526,  belanja yang berasal dari IBRD Loan tahun anggaran 2016 s.d. 2018 pada satuan kerja Kementerian Pertanian di wilayah Papua oleh BPK RI.

Pemeriksaan direncanakan akan dilakukan mulai tanggal 17 sampai dengan 30 September 2018. Pertemuan dibuka langsung oleh Plh. Kepala BPTP Balitbangtan Papua, Ir. Muflin Nggobe, M.Si dan dihadiri oleh perwakilan Biro Keuangan dan Perlengkapan Kementerian Pertanian, Ahmad Jaelani, S.P., M.Si , Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua, Ir. Semuel Siriwa, M.Si dan dari BPK RI Lucia Leliana Wirastuti beserta anggota; satker-satker lingkup Kementerian Pertanian terdiri dari BPTP Balitbangtan Papua, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua, Dinas Perkebunan Provinsi Papua, Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Papua,  dan Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Merauke yang menjadi sampel pemeriksaan.

Dalam arahannya, Ahmad Jaelani mewakili Kepala Biro Keuangan dan Perlengkapan Kementerian Pertanian menyampaikan agar Satker dapat berkomunikasi dengan baik dalam menyiapkan dokumen selama pemeriksaan dan hal ini bukan hanya tanggung jawab Sekretaris Dinas (KTU), PPK, Bendahara, petugas Laporan Keuangan tetapi juga melibatkan Kepala Satker, dan Penanggung Jawab Kegiatan, Jaelani juga menekankan tentang pentingnya memperhatikan PMK 14 Tahun 2017 tentang Penerapan dan Penilaian Reviu atas Laporan Keuangan di satker masing-masing.

Seperti yang disampaikan oleh Lucia Leliana bahwa pemeriksaan bertujuan untuk menilai proses kesesuaian perencanaan, pengadaan, penyaluran, pemanfaatan serta pertanggungjawaban belanja barang yang diserahkan kepada masyarakat serta belanja yang dibiayai dari pinjaman IBRD Th. 2016 s.d. 2018 .(Yohannis, Ressa)

 

     

 

 

 

 

Kamis, 13 September 2018, Penyuluh BPTP Papua  berbagi ilmu dengan Penyuluh Daerah BPP Skanto. Kegiatan ini implementasi Tugas Pokok dan Fungsi  BPTP sesuai  Permentan No 19 Tahun 2017 yaitu Menyiapkan Materi Penyuluhan berupa Inovasi Teknologi dan Bimbingan Teknis. Materi yang disampaikan antara lain tentang Analisis Data dan Penulisan KTI oleh Septi Wulandari; Pembuatan Media Diseminasi Eletronik oleh Muhammad Nur; Pembuatan Bahan Tayang yang menarik dan efektif oleh Yunita Indah Wulandari dan diakhiri dengan Penilaian Kelas Kemampuan Kelompok oleh Sri Rahayu Sihombing.

Pentingnya medsos untuk mempercepat diseminasi kegiatan menjadi strategi yang harus dimiliki penyuluh. Begitu juga dengan keahlian menggunakan data yang diperoleh kegiatan untuk penulisan KTI. Dengan banyaknya karya yang dihasilkan akan lebih dinikmati banyak orang dan kalangan. Materi ketiga dan keempat juga tidak kalah penting bagi Penyuluh. Pembuatan bahan tayang yang menarik akan meningkatkan daya serap peserta terkait materi yang disampaikan. Kemampuan penyuluh melakukan penilaian kelas kelompok juga harus dikuasai agar Kelompok binaan mampu meningkat ketrampilan yang serta produktivitas usahatani yang dibudidayakan.

Melalui kesempatan ini penyuluh diharapkan dapat mendorong, meningkatkan pengetahuan dan kreatifitas kawan -kawan Penyuluh agar lebih Profesional. Selamat berbagi dan belajar mengikuti perkembangan inovasi- Penyuluh sahabat tani.