JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

BPTP Papua ditengah Pandemi dan Masyarakat Lokal Bonggo “ Usaha mewariskan Mata Air, bukan Air Mata”

Balai Pengkajian Teknologi Pertanian yang berada di 34 Provinsi di Indonesia merupakan ujung tombak perjuangan pertanian dalam medampingi dan mendorong insan tani di mana saja berada. Disamping itu, BPTP juga berperan mengedukasi petani dalam praktek budidaya yang tepat untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dalam pelayanan pada masyarakat, BPTP Papua sebagai unit pelaksana teknis Kementan di Papua tidak hanya bersinergi dengan Pemerintah setempat tetapi juga organisasi-organisasi Kemasyarakatan hingga organisasi Keagamaan. Sepanjang 2021, BPTP Papua melaksanakan Kerjasama dalam hal pendampingan Teknologi Pertanian kepada Gereja Kristen Injili di Tanah Papua (GKI di Tanah Papua) melalui Klasis GKI Bonggo. Organisasi Gereja ini merupakan organisasi Keagamaan umat Kristiani terbesar di Pulau Papua dengan 55 Klasis, 15 bakal Klasis dan 1.943 Jemaat (Gereja) yang tersebar di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Setelah penandatanganan MoU antara Kepala BPTP Papua, Dr.Ir. Martina Sri Lestari, MP dan Ketua Klasis GKI Bonggo, Pendeta Obed Balan, S.Th pada bulan Maret lalu, BPTP Papua terus memberikan pendampingan dan bimbingan bagi warga Jemaat GKI Bonggo dan yang juga merupakan petani lokal. Pendampingan yang diberikan diantaranya adalah praktek Budidaya tanaman aneka kacang dan Padi gogo sekaligus pengenalan Varietas Unggul tanaman Kacang tanah varietas Hypoma 1, Kacang Hijau Vima 1 serta Inpago 11 Agritan.

Pada Jumat (12/11) lalu, telah dilakukan panen bersama Kacang Tanah Varietas Hypoma 1 pada lahan seluas ¼ ha di Kampung Mawes Mukti, Distrik Bonggo Timur, Kabupaten Sarmi (Papua). Hypoma 1 merupakan varietas unggul kacang tanah yang memiliki potensi hasil hingga 3,7 t/ha. Hasil panen tersebut oleh Petani lokal Mawes Mukti disepakati untuk kembali dijadikan bibit agar dapat disebarluaskan di kebun-kebun Jemaat lingkungan pelayanan Klasis GKI Bonggo. Dalam melaksanakan pendampingan kepada petani, BPTP Papua turut menggandeng Petugas Penyuluh Lapang Distrik Bonggo. Hadir dalam panen perdana tersebut Badan Pelayan AM Wilayah II Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Daniel Mofu, S.Th. Pdt. Mofu mengajak para petani untuk terus melanjutkan praktek budidaya dan berharap dari pekerjaan tersebut kedepannya petani dapat menjadi jemaat yang mandiri dan mampu menopang kebutuhan/ekonomi keluarga dengan hasil panen tanaman. “Biarlah kita, melalui pendampingan teknologi dan inovasi yang sangat baik melalui varietas tanaman unggul dari Badan Litbang Kementerian Pertanian melalui BPTP Papua mewariskan mata air bagi anak cucu kita, bukan air mata” kata Pdt. D. Mofu, S.Th.  (Merlin)