JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan meninjau lahan perbanyakan benih sumber (UPBS BPTP Papua) di Kampung Koya Barat, Jayapura.

Mendorong Kemandirian Benih, Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan meninjau lahan perbanyakan benih sumber (UPBS) di Kampung Koya Barat, Jayapura.

Jayapura (12/11) Kepala BPTP Papua, Martina Sri Lestari mendampingi Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri meninjau salah satu lahan perbanyakan benih sumber (UPBS BPTP Papua) di Kampung Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura. Turut hadir Hadir pada kunjungan Kepala Balai Karantina Pertanian Jayapura, Muhlis Natsir, dan Loka Veteriter Papua, Suryantana.

Tahun 2021, BPTP Papua melaksanakan Perbanyakan benih sumber (UPBS) di kampung Koya Barat, distrik Muaratami, Kota Jayapura. Perbanyakan benih sumber padi yang bekerja sama dengan kelompok tani Karya Mandiri. Perbanyakan benih mulai melakukan penanaman pada MT II (bulan agustus lalu). Benih yang dikembangkan di koya barat merupakan VUB dengan kelas FS. Jenis VUB yang digunakan diantaranya; Siliwangi, Inpari 30 Sub Ciherang , & Inpari 32. Program ini juga berjalan di daerah sentra produksi beras Papua yakni Merauke, Nabire, dan juga keerom

"Salah satu kunci meningkatkan produksi di Papua adalah kemandirian Benih. Sesuai arahan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo untuk memajukan pertanian di Papua, program mandiri benih kita jalankan di lapangan," ujar Kepala Biro Humas dan Informasi Publik, kuntoro Boga Andri saat meninjau lahan perbanyakan benih sumber (UPBS) di Kampung Koya Barat, Distrik Muata Tami, Kota Jayapura.

Selain aspek teknis, lanjut Kuntoro, pembangunan pertanian Papua harus dimelibatkan petani milenial.
"Pertanian Papua akan melesat bila petani milenial kuat. Petani milenial dapat dengan cepat mengimplementasi berbagai paket inovasi dan teknologi pertanian dari hulu ke hilir. Seperti di Kampung Koya Barat ini ada anak muda yang bertani padi untuk benih. Kedepan kita harapkan dapat melakukan pengembangan usaha melalui akses KUR dari perbankan," terang Kuntoro.

Basri, petani milenial Kampung Koya Barat yang merupakan ketua kelompok tani karya mandiri binaan BPTP Papua ini mengungkapkan, pada tahun 2020 lalu ditempat yang sama telah melakukan perbanyakan benih sumber varietas inpari IR Nutri Zinc kelas FS melalui bimbingan BPTP Papua sebanyak 20 kg. Produktivitas Inpari Nutri Zinc pada kegiatan ini adalah 5.3 ton/ha GKP, Dari hasil panen tersebut, benih sebanyak 1.8 ton didiseminasikan oleh Dinas Pertanian dan Hortikultura Kota Jayapura pada lahan seluas 80 ha di MT II tahun 2020.

"Pada tahun ini kembali melalui kolaborasi bersama BPTP Papua diilakuan perbanyakan benih sumber di koya barat diantaranya; varietas siliwangi, Inpari 30 Sub Ciherang , & Inpari 32. Rencananya hasil panen akan diambil oleh dinas pertanian kota jayapura untuk disebar lagi ke petani, untuk Harga gabah kering giling Rp 7 ribu per kilogram," ujar basri

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua, Martina Sri Lestari menambahkan BPTP Papua di tahun 2021 ini fokus menjalankan program Usaha Pengelolaan Benih Sumber. Program ini juga berjalan di daerah sentra produksi beras Papua yakni Merauke, Nabire, Kerom dan Kota Jayapura.

"Kuncinya agar Papua ini mandiri pangan adalah mandiri benih, sehingga kegiatan pendampingan pengembangan benih sumber ini menjadi kegiatan utama kami dan juga ada kegiatan pengembangan hilirisasi komoditas padi, kakao dan tanaman hortikultura," ucap Martina.