JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

(Keerom, 4 April 2018) Tugas dan fungsi baru BPTP sesuai Permentan Nomor 19 Tahun 2017, yaitu pelaksanaan bimbingan teknis materi penyuluhan dan diseminasi hasil pengkajian teknologi pertanian spesifik lokasi merupakan jawaban dari kebutuhan penyuluhan pertanian di daerah, demikian disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Keerom Bapak Yudha Ansaka, SP dalam sambutan beliau pada Rapat Kordinasi Penyuluhan Pertanian dengan BPTP Papua sebagai pendamping penyuluh/pengawalan pada tanggal 4 April 2018 di Aula Dinas Pertanian dan Perikanan Kabupaten Keerom.

Rapat Koordinasi ini bertujuan mengkomunikasikan dan mengkoordinasikan pelaksanaan kegiatan Adaptasi Teknologi Spesifik Lokalita dan kegiatan Kaji Terap / disply serta Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian Daerah oleh BPTP Papua. Rapat diikuti oleh 48 peserta terdiri dari : Kepala Bidang Penyuluhan dan para Kasie Bidang Penyuluhan; Pimpinan dari 7 BPP dan di Kabupaten Keerom beserta para Penyuluh Pertanian dan Peneliti, Dr. Ir. Niki E. Lewaherilla M Si sebagai penanggung jawab kegiatan Kaji Terap dan Disply Teknologi dan Penyuluh BPTP Papua Ir. Sri Rahayu D. Sihombing sebagai Penanggung Jawab Kegiatan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Daerah dan Penyuluh Pendamping/pengawalan teknologi  pada Kegiatan Adaptasi Teknologi Spesifik Lokalita yang akan dilaksanakan di 5 BPP di Kabupaten Keerom yaitu : BPP Arso, BPP Arso Timur, BPP Waris dan BPP Senggi yang akan menerapkan Teknologi Budidaya Jagung Pada Lahan Kering dan BPP Skanto yang akan menerapkan Budidaya Padi Sawah Sistem Jajar Legowo Super.

Rapat Koordinasi Penyuluhan dengan BPTP Papua telah menghasilkan beberapa kesepakatan, yaitu: 1) Setiap BPP menyusun identifkasi kebutuhan teknologi dan materi peningkatan kapasitas dan kapabilitas penyuluh sebagai dasar penyusunan kurikulum pada Bimbingan Teknis di BPP. Jadual Bimbingan Teknis akan disesuaikan dengan jadual pertemuan rutin di BPP; Tim Narasumber BPTP Papua akan disesuaikan dengan kurikulum; 2) Tim Kaji Terap BPTP Papua bersama Bidang Penyuluhan bersama.-sama akan mengidentifikasi  Posko Kaji Terap dan display dan teknologi unggulan yang akan diperagakan; 3) BPP menyusun jadwal kegiatan Adaptasi Teknologi Spesifik Lokalita yang akan dimulai dari penanaman di BPP Skanto yang direncanakan pada tanggal 9  April 2018, dilanjutkan dengan BPP lainnya pada minggu 2 - 4 bulan April 2018. Sebelum penerapan  teknologi dilakukam bimbingan teknis oleh BPTP Papua; 4) Dari kegiatan Adaptasi Teknologi Spesifik Lokasi di BPP dan Kaji Terap dan Peningkatan Kapasitas Penyuluh Pertanian Daerah diharapkan setiap Penyuluh dapat menghasilkan Karya Tulis Ilmiah/ Ilmiah Populer  menjadi materi Cyber Extension dan media lainnya  dan dapat menguasai teknologi sebagai materi penyuluhan kepada kelompok tani  serta meningkatkan  profesionalisme penyuluh pertanian. (Sri Sihombing)

 

   

MELAWAN TUNGRO DI NABIRE-PAPUA

  

Dengan pemilihan varietas yg tepat dan penggunaan benih bersertifikat, petani di Kampung Biha Distrik Makimi Kab Nabire menikmati panen padi pada lahan seluas 126 hektar (29/03/2018). Cekaman biotik wereng hijau yg sekaligus sbg vektor virus Tungro yg biasanya menjadi faktor kegagalan berhasil diantisipasi dan atau diatasi dengan penanaman VUB Inpari 7 dan Inpari 8.  Keduanya adalah inovasi unggulan Balitbangtan yg dinyatakan tahan thd tungro. Asruddin atau Pak Guntur sosok "diplomat inovasi" yg berkiprah dan penindak lanjut benih2 UPBS BPTP Papua hasil kegiatan produksi benih 2017. Kadistan Kab Nabire Syarifuddin SP, MSi dan Kabid TP Dinas TPH Prov Papua Ir. Winarto MSi adalah pendamping utama pelaksanaan terkait dukungan UPSUS Pajale 2018 di Kab Nabire.

(selengkapnya bisa menghubungi http://lolittungro.litbang.pertanian.go.id/)

 

 

PENYULUH MASA DEPAN

                            

Pak Nur, Penyuluh Ahli Pertanian Pertama BPTP Balitbangtan Papua mewakili sosok penyuluh Badan Litbang Pertanian di era kepemimpinan Dr. Andi Amran Sulaiman harus bergerak cepat, membekali diri tidak hanya pengetahuan TTG (teknologi tepat guna) tetapi juga dengan teknologi IT dan medsos utk akselerasi SDMC (sistem diseminasi multi chanel) dibawah bimbingan Ir. Sri Rahayu Sihombing dan bekerja dgn 3 penyuluh BPTP Papua lainnya. Loyalitas dan integritas kunci, dengan luas wilayah kerja 3 kali Pulau Jawa, 28 Kabupaten dan 1 Kota, berdampingan dengan 548 penyuluh di Papua. Bergerak cepat di lapangan dan di jejaring utk keberhasilan pengawalan program strategis Kementan SERGAB (BERAS), LTT PAJALE, Panen Padi, bibit kopi, perbatasan di Kab Pegunungan Bintang dan penugasan lainnya.
Bekal ilmu selama 4 tahun di STTP Gowa dan bergabung dgn tim peneliti/penyuluh adalah amunisi mumpuni utk kedepan menjadi sosok penyuluh andalan.

#tugas adalah berkah
#pantang menyerah dan tolak pekerjaan

(Bogor, 4 April 2018) Kegiatan Pembukaan Reentry Program Balitbangtan tahun 2018 berlangsung di Bogor dari tanggal 3-6 April 2018. Dibuka oleh Kepala Badan Litbang, Dr. Muhammad Syakir dengan pokok-pokok pembahasan yang disampaikan yaitu perbedaan antara Badan Litbang dengan lembaga penelitian lainnya yaitu : Balitbangtan dituntut untuk mendukung kegiatan program strategis Kementan dan menghasilkan inovasi teknologi yang bermanfaat bagi petani. Ilmu yang didapat para petugas belajar dari kuliahannya harus ditransformasi menjadi inovasi yg bermanfaat. Dr. Syakir mengatakan bahwa aktif kembali sebagai ASN Balitbangtan adalah berada di medan perang. Petugas belajar yang telah dibekali ilmu berdasarkan kompetensinya diharapkan dapat menjinakkan berbagai masalah kompleks pertanian Indonesia untuk memenangkan perang yaitu peningkatan kesejahteraan petani. Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa sebagai ASN, pegawai Balitbangtan telah dibayar oleh rakyat melalui pajak yang diberikan kepada negara. Rakyat telah mensejahteraan ASN melalui gaji dan tunjangan kinerja, di zaman now ini sudah bukan zamannya lagi menuntut fasilitas dan merasa ingin dilayani. Saatnya kita berjuang untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya petani.

Reentry program ini diadakan dengan tujuan antara lain : 1. Memberikan informasi program, tantangan, dan isu isu terkini; 2. Menjaring ide ide kreatif dari peserta terkait tantangan dan isu isu terkini di bidang pertanian. 3. Menumbuhkan nilai nilai manajemen korporasi Balitbangtan. 4.Meningkatkan jejaring kerja antar peneliti/fungsional lainnya di lingkup Balitbangtan.

Kepala BPTP Papua dalam berbagai kesempatan pertemuan internal lingkup BPTP selalu menekankan pentingnya akselerasi dari para pegawai yang sudah menyelesaikan tugas belajarnya agar mengurus kembali berkas kepegawaiannya sehingga dapat segera masuk sebagai tenaga fungsional, termasuk peneliti. Peneliti BPTP Papua saat ini hanya berjumlah 16 peneliti dengan 6 lainnya sedang melaksanakan tugas belajar artinya dengan kekuatan hanya ± 10 peneliti aktif, para peneliti BPTP Papua harus mampu mengambil peran dalam pembangunan pertanian khususnya wilayah Papua. Dengan reentry ini diharapkan dapat mengembalikan pemikiran pandangan teoritis yang didapatkan di kampus dengan kerja nyata di lapangan. Semua adalah ASN BPTP Papua, sehingga capaian kinerja balai harus menjadi dorongan dan semangat bersama, seperti kata pak itjentan, Justan Siahaan saat berkunjung ke Papua di awal TA 2018, "ASN BPTP Papua, Tugasmu Hebat sekaligus Mulia".

(Ghalih PD+Ressa)

        

                                            

(Bogor,2 April 2018) - Bimtek Peningkatan Kapasitas Penyuluh dilaksanakan di Aula Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Balitbangtan Kementan (Dr. Ir. Muhammad Syakir) didampingi oleh Kepala BBP2TP bersama beberapa Pejabat Eselon II dan III lingkup badan litbang. Adapun peserta bimtek para penyuluh BPTP dan BPSDM se-Indonesia sesuai amanat Permentan Nomor 19 tahun 2017 dalam rangka mengimplementasikan diseminasi inovasi teknologi pertanian, sebagai seorang penyuluh mampu melakukan tugas yang diemban. Ada 3 topik utama yang disampaikan yakni Identifikasi potensi wilayah dan kebutuhan teknologi, evaluasi kinerja penyuluh dan pengembangan media diseminasi, imbuh kepala BBP2TP. Nara sumber bimtek yaitu Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Bogor, KaBalitbangtan dan Ka.PPMKP. Dari hasil materi yang disampaikan dapat diimplementasikan di lapangan baik untuk pelaku utama, usaha dan petugas khusunya PPL daerah sesuai Permentan tersebut. Kepala Badan menyampaikan seorang penyuluh harus menguasai inovasi teknologi, selain 7 komoditas strategis kementan yaitu padi, jagung, kedelai, bawang, cabe, tebu dan daging ada pula komoditas lainnya seperti pepaya, mangga, rempah-rempah salak dan lainnya dalam bentuk 30 komoditas utama kementan dan ini merupakan tugas penyuluh untuk mendiseminasikan inotek dari komoditas tersebut. Selain itu disampaikan pula tujuan bimtek adalah untuk meningkatkan kapabilitas penyuluh agar mampu bersaing dan produksi pertanian serta penekanan cost petani di lapang.

Sampaikan inovasi teknokogi secepat mungkin dalam bentuk sosialisasi dan membumikannya guna meningkatkan ketahanan pangan berkelanjutan, karena inovasi teknologi tiada henti untuk kemaslahatan bangsa. Majulah penyuluh kerja cepat cerdas dan tepat sasaran. (Muhammad Nur)