JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

Tepatnya di Bumi Wonorejo Distrik Manem Arso Kabupaten Keerom BPTP Balitbangtan Papua menyapa wilayah Perbatasan melalui Dukungan Inovasi Pertanian  Budidaya Jagung Komposit.  Varietas yang digunakan yaitu Srikandi Kuning yang ditanam pada lahan kooperator di Kelompok Tani Sejahtera. Kondisi pertanaman yang telah memasuki 70 hst (tanggal 11 Oktober 2018) mengalami perkembangan  dengan rata-rata tinggi tanaman 2.9 meter dan 2 tongkol/tanaman.

Penampilan Srikandi Kuning yang bagus memikat hati  petani dan meyakinkan kepastian  produksi yang tinggi serta  menguntungkan hal ini karena  Inovasi VUB menggunakan benih bermutu,  komoditas adaptif, pengelolaan tanah, air, hara dan tanaman secara optimal, pengendalian HPT  terpadu dan tentunya dengan inotek panen dan pascapanen. Menurut Dr. Niki Lewaherilla sebagai penanggung jawab kegiatan DIP LPBE Kab Keerom bahwa akan dilaksanakan Panen bersama Jagung DIP LPBE Keerom pada umur tanaman 105-110 hst. Panen bersama dipadukan dengan  Temu Lapang  Petani, Penyuluh, Dinas Pertanian dan stakeholder lainnya. Dengan semangat kerja dan partisipatif akan membumikan inovasi Balitbangtan di Wilayah Perbatasan Keerom- PNG.

  

    

 

 

 

(10/10/2018), BPTP Papua melaksanakan Bimbingan Teknis Budidaya Kedelai di Kampung Asiki Distrik Jair Kabupaten Boven Digoel. Bimtek merupakan kelanjutan kegiatan pada tahun 2017 yang dimulai dari Display 4 Varietas Tanaman Kedelai, maka pada tahun 2018 akan dilaksanakan demplot  Budidaya Kedelai seluas 2 ha. Kegiatan melibatkan dua Kelompok Tani yaitu : Wondo Yendit ( artinya Jalan Burung Cenderawasih) dan  Sido Makmur. Mengawali aplikasi teknologi pada Demplot tersebut dilaksanakan Bmbingan Teknis Interaktif yang diikuti oleh 20 orang petani didampingi oleh Tuan Dusun Bapak Thomas Kenarob sebagai Ketua Gapoktan Kombetiri; Pengrajin Tahu/ Tempe.  Bimbingan teknis dilaksanakan oleh LO Kegiatan Perbatasan Kabupaten Boven Digoel Ir. Melkisedek, M.Si bersama Tim Peneliti, Penyuluh BPTP Papua dan Teknisi dari Kebun Percobaan Merauke. Hadir juga Penanggung Jawab Kegiatan Perbatasan Dr.Ir. Siska Tirajoh, M.Si mewakili Kepala BPTP Papua. Dialog interaktif dalam Bimtek berlangsung dengan baik dan penuh antusias. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan sarana produksi berupa benih Varietas Anjasmoro, Varietas Argomulyo dan Devon I kelas benih FS; pupuk organik; pupuk NPK,  sprayer dan terpal oleh Penanggung Jawab.

Selanjutnya dilaksanakan tanam bersama. Hal menarik dari kegiatan ini adalah : 1) Partisipasi Tuan Dusun yang merupakan Pemimpin Sosial Masyarakat Boven Digoel  sebagai Ketua Gapoktan patut diberi apresiasi yang tinggi, karena akan  memberi pengaruh yang baik dalam pemanfaatan teknologi. Selain itu anggota kelompoktani dapat menggunakan lahan dusun sebagai  lahan usaha. Bapak Thomas cukup adaptif dan memiliki wawasan yang luas. Pemerintah Kabupaten Boven Digoel pernah memagangkan beliau ke Tomohon dan beliau  ingin menerapkan pengalamannya dalam mengatasi masalah utama dalam usahatani di wilayah dusunnya yaitu ketersediaan air dengan membangun kantong - kantong air pada musim kemarau.   2). Ketiga kelompok yang dinaungi oleh Gapoktan Kombetiri yang dipimpinnya terdiri dari petani lokal suku Mandobo dan petani ex transmigran dari Pulau Jawa.  Hal ini memungkinkan kemajuan bersama masyarakat lokal bersama Saudara -Saudaranya dari Jawa  untuk membangun ketahanan pangan dan kesejahteraan di Wilayah Perbatasan NKRI.

 

  

   

 

 

 

Distrik Skanto, Kabupaten Keerom (3 Oktober 2018) Penyuluh dan Peneliti BPTP Papua melaksanakan Pengamatan Kegiatan Kaji Terap Inotek Integrasi Kedelai dan Sapi sekaligus Bimbingan Penyuluh Daerah.  Materi yang disampaikan dalam bimbingan teknis yaitu Penilaian Kelas Kelompok Tani yang diwajibkan bagi setiap Penyuluh Lapangan untuk melaporkan Hasil Penilaian kepada Bidang Penyuluhan Provinsi minimal 5 Kelompok setiap Penyuluh menggunakan instrumen Penilaian oleh Ir. Sri Rahayu Sihombing. Selain materi Analisa Usahatani juga di sampaikan oleh Yohanis Tandi Karrang, SE kepada Penyuluh di Distrik Skanto. Melalui kegiatan ini Penyuluh Daerah diharapkan mampu menggunakan ilmu yang telah disampaikan agar mampu dipraktekkan pada kegiatan penyuluh sehari-hari.

Kegiatan Bimtek dilanjutkan dengan Supervisi dan Pengamatan  Kaji Terap Inovasi Teknologi Integrasi Kedelai  dan Sapi yang dilaksanakan di lahan BPP Skanto. Tanaman kedelai telah berumur 35 hari dan sebagian besar sudah berbunga. Diperkirakan masak fisiologi pada umur 82, 5 hari. Hama yang secara umum  menyerang : ulat daun namun mampu dikendalikan berdasarkan pengamatan serangan maka interval pengendalian 1 minggu sekali.  Pengamatan untuk mengamati penggerek polong juga dilakukan. Melalui kegiatan ini penyuluh lapangan juga menginventaris  struktur biaya pada usahatani tersebut agar mampu meenentukan layak atau tidaknya inotek yang diterapkan.

 

   

 

Kabupaten Merauke merupakan salah satu kabupaten sasaran penyebaran inovasi teknologi pertanian oleh BPTP BALITBANGTAN PAPUA karena didukung potensi wilayah yang sangat luas dengan luas lahan baku sawah 35.000 ha dan tingkat penerimaan informasi teknologi petani setempat lebih cepat dibandingkan kabupaten lainnya. Dalam kunjungan kerja Kepala BPTP BALITBANGTAN PAPUA (Dr.Ir.H.Muhammad Thamrin,M.Si) bersama beberapa Peneliti,Penyuluh dan Litkayasa kali ini meninjau beberapa lokasi kegiatan seperti SITT PADI SAPI (Sitem integrasi tanaman ternak) yang sudah berjalan dan mengembangkan SAPI peranakan ongol dan sapi jenis simental yg satu-satunya di Papua yaitu di Kampung Harapan Makmur Distrik Kurik selain itu dikombinasikan demonstrasi farming UPSUS SIWAB (Sapi induk Wajib Bunting) dalam bentuk hijauan pakan ternak dari segi pemenuhan kebutuhan pakan sehari harinya. Berdasarkan penjelasan petani bahwa mereka sangat bersyukur dengan adanya inovasi teknologi yang diberikan oleh BPTP dan sudah merasakan dampaknya dengan meningkatkanya pendapatan mereka dan kedepannya akan dikembangkan SAPI dan hijauan pakan ternak tersebut.

Bertolak dari Kampung Harapan Makmur menuju Kampung Yabamaru Distrik Tanah Miring transmigran disajikan inotek perbatasan komoditas Jagung Varietas Sukmaraga dan Bisma seluas 10 ha serta inotek jajar legowo 2:1 padi varietas Inpari 42,37 dan 38 dari kegiatan dukungan inovasi teknologi pertanian di wilayah perbatasan. Setelah dari Kurik tim menuju Kampung Nggutibob meninjau lokasi pengembangan Unit pengelola Benih Sumber dan Sekolah Lapang Mandiri Benih untuk varietas padi sebagai penyediaan cadangan benih Kabupaten Merauke dan terlihat memuaskan karena melihat perkembangannya ditargetkan mampu menyediakan kebutuhan benih di musim tanam sepanjutnya. Diakhir kunjungan Kepala BPTP BALITBANGTAN PAPUA. bersama tim berkunjung ke Sotta melihat kajian ubi jalar Varietas Antin jebolan dari Balai Penelitian Aneka Kacang dan Ubi Ubian dan diharapkan varietas ini menjadi salah satu ikon Sotta guna mendukung kebutuhan pangan lokal selain kebutuhan utama yaitu beras.

 

  

Kegiatan SITT Kab. Merauke

  

Kegiatan SLMB Kab. Merauke

  

Inotek Perbatasan Merauke

Kegiatan UPSUS SIWAB

  

Kajian Ubi Jalar Merauke

 

(10/10/2018) BPTP BALITBANGTAN Papua menggelar Fokus Group Discussion (FGD) "Pertanian Berbasis Pangan Lokal. FGD yang dilaksanakan di Ruang Rapat Dinas Pertanian Kabupaten Merauke dihadiri oleh Kepala Bidang Tanaman Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan Merauke (Bapak Daniel),Bank Papua Merauke,Ka BPTP Papua (Dr.Ir.H. Muhammad Thamrin, M.Si),Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ir.Bambang Dwiatmoko,M.Si), Dinas Koperasi dan UMKM, Bappeda, Universitas Musamus danan para tamu undangan dari petugas PPL, mantri tani dan petani ubi jalar serta gembili. Tujuan FGD adalah meningkatkan produktifitas dengan penggunaan varietas unggul, meningkatkan produksi pengolahan ubi jalan sebagai tepung atau bahan olahan,meningkatkan pemanfaatan limbah ubi jalan sebagai pakan ternak. Dalam arahan Kepala BPTP Papua bahwa Kementan sudah 90% meluangkan energi untuk swasembada khususnya komoditas strategis seperti pajale daging,bawang dan cabe namun tidak mengesampingkan pangan lokal dalam berkontribusi dalam asupan non beras seperti gembili ubi jalan pokem.

Papua merupakan basis pangan lokal sehingga kita harus terus menggenjot untuk meningkatkan produksi disamping lonjakan produksi beras yang secara signifikan. Dalam penyampaian materi peneliti BPTP (Dr.Adnan,M.Si) bahwa ubi jalan sebagai salah satu komoditi terluas dan sebagai komoditas pangan utama Papua dan sudah banyak ubi jalar Papua yg didaftarkan sebagai sumber daya genetik lokal. Materi selanjutnya disampaikan oleh Bapak Ir. Bambang Dwiatmoko,M.Si dengan judul materi Pemaparan Potensi Produksi dan Pengolahan Hasil Komoditi Lokal Ubi Jalar dan Gembili. Sedangkan materi Permasalahan Pengembangan Komoditi Lokal oleh Dinas Pertanian.

Dr. Muhammad Thamrin di akhir kegiatan FGD menyampaikan bahwa pendampingan teknologi untuk memperkuat atau mendorong pengembangan komoditas spesifik lokasi pangan lokal Merauke. Keberadaan BPTP mendukung semua pertanian berbasis tanaman lokal. Dari segi aspek teknis seperti perbaikan kedepan untuk pengembangan komoditi gembili dan ubi adalah perlu ada improvisasi dan memanfaatian sumber daya lokal yang ada dan sarana prasarana alat mesin pertanian. Aspek sosial atau culture dan kita pahami bahwa Papua sangat kompleks dan terkait budaya harus di bahas bersama sehingga mamapu memeperoleh kata sepakat. Aspek pemasaran paling kompleks sehingga salah satu strateginya pengambil keputusan pemda untuk mendapatkan bantuan dari pemerintah daerah dan kepastian harga untuk petani agar petani mau mengembangkan ubi ubian ataupun gembili. BPTP Papua mengajak mari mengangkat petani gembili dan ubi ubian untuk meningkatkan kesejahteraan keluarganya.