JS NewsPlus - шаблон joomla Продвижение

 

 

Dialog interaktif di RRI Papua mengudara pada hari Kamis 11 Januari 2018 pukul 10.00-11.00 WIT dengan Topik Ketahanan Pangan di Papua dalam Program membangun Papua. Narasumber terdiri dari Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Papua dan Kelapa BPTP Balitbangtan Papua (diwakili Kasie. KSPP, Dr. Niki E. Lewaherilla). Dalam dialog tersebut disampaikan Tugas dan Fungsi BPTP, Kebijakan Program Strategis Kementan, Dukungan Inovasi Pertanian Balitbangtan; Pendampingan inovasi dengan closing statement "Tiada Hari Tanpa Inovasi Pertanian untuk Ketahanan dan Kemandirian Pangan Mendukung Papua sebagai Lumbung Pangan Nasional". 

Koordinasi dan kerjasama BPTP Balitbangtan Papua, Dinas TPH Provinsi Papua dan Dinas Ketahanan perlu dibangun agar kegiatan yang dijalankan sinergi satu sama lain.

 

    

 

 

 

 

BPTP Papua melaksanakan Seminar Hasil  selama 2 (dua) hari tanggal 8-9 Januari 2018 di Aula BPTP. Seminar hasil dilaksanakan oleh Koordinator Program (Dr. Martina Sri Lestari) dan di buka oleh Bapak Kasubag TU BPTP Papua (Ir. Muflin Nggobe, M.Si) mewakili Kepala Balai Dr.Yuliantoro Baliadi yang sedang melaksanakan Dinas.  Tujuan dari pelaksanaan seminar untuk mengetahui perkembangan yang telah dilaksanakan, output/keluaran dari masing-masing kegiatan serta manfaat yang diperoleh. Pelaksanaan seminar dihadiri oleh peneliti, penyuluh, dan teknisi litkayasa BPTP Papua.

Sebanyak 36 kegiatan pengkajian dan pendampingan Tahun 2017 dipaparkan oleh Penanggung Jawab masing-masing. Beberapa point yang dipaparkan mulai dari tujuan, hasil/capaian, permasalahan serta kesimpulan dan tindak lanjut dari kegiatan tersebut. Berbagai saran dan masukan dari semua peserta seminar untuk masing-masing PJ kegiatan bermanfaat menyempurnakan laporan akhir yang dibuat.

 

 

   

 

   

 

 

 

 

Negeri paus biru Nabire menggeliat diakhir tahun 2017 tak mau kalah dengan Kota Ombak Sarmi dengan panen Situpatenggannya. Varietas Inpari 7 seluas 32 hektar panen 29 Desember 2017 di Kampung Margajaya Distrik Uwapa Kab Nabire.Inovasi unggul speklok Inpari 7 tak mau sekedar didaratkan tetapi terbang ke hamparan sawah 32 hektar di Negeri Paus Biru Nabire (red).

Bukti nyata dari sebuah strategi kebijakan MASSALISASI HILIRISASI INOVASI DALAM SATU TARIKAN NAFAS oleh Kepala Badan Litbang Pertanian Dr. M. Syakir.

   

Dr. Haris Syahbudin selaku KaBBP2TP senantiasa meminta kepada seluruh peneliti/penyuluh untuk bersinergi dengan Dinas Pertanian dan Balitbangtda  serta merangkul penyuluh dan Babinsa dalam proses diseminasi sejak kick-off onfarm di daerah.

Menonjok dengan produktivitas 6-7 ton/ha di lahan pasca cetak sawah baru juga bukti potensi keunggulan genetik Inpari 7 adaptif dengan agroekosistem Nabire.

 

 

 

Penghujung Tahun 2017, Panen Padi Ujung Timur Indonesia di akhiri di Kabupaten Sarmi, Papua. Panen tanggal 29 Desember 2017 di Kampung Bebon Jaya, Distrik Bonggo dihadiri oleh Staff Dinas Pertanian Kabupaten Sarmi, Babinsa, Sekretaris Desa, Ketua Kelompok Tani, Penyuluh, Kelompok Tani, dan BPTP Papua. Varietas yang digunakan Situ Patenggang dengan  luas lahan panen 2 ha dan produktivitas 4,7-5,4 ton/ha.

     

 

Dinas Pertanian sedang getol membangun pertanian pangan di areal lahan kering seluas 400 ha, semoga mendaratnya VUB andalan Balitbangtan -Kementan di Kota Ombak yang memukau dari ujung timur Indonesia dan berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik dapat mendukung swasemba pangan nasional.

Kepala BPTP Papua, Dr. Yuliantoro Baliadi mengharapakan petani mampu memilih VUB yang mampu meningkatkan produksi tanaman. Banyaknya VUB padi yang dikeluarkan oleh BB Padi memberikan banyak pilihan bagi petani untuk mencoba di lapangan.

  

 

 

 

 

 

 

Perluasan lahan atau sering disebut Peral menjadi salah satu kegiatan untuk mendukung swasembada pangan khususnya di Papua. Tepatnya 23 Desember 2017 di Kampung Jaya Mukti, Distrik Yaro Kabupaten Nabire petani melakukan panen perdana pada lahan lokasi cetak sawah baru seluas 10 ha. Varietas unggul baru yang digunakan yaitu Inpari 7 dan Inpari 8 dengan produksi 6,7 ton/ha. Selain Distrik Topo, dalam waktu bersamaan panen juga dilakukan di Kampung Topo Jaya, Distrik Uwapa Kabupaten Nabire seluas 10 ha. lokasi lahan cetak sawah baru mampu menghasilkan produksi mendekati 6 ton/ha.

 

   

 

Hadir  dalam kegiatan panen yaitu  LO UPSUS BPTP Papua, Kasie PSP Dinas Pertanian Nabire, Staf Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian Nabire, Babinsa, Petani serta Kelompok Tani. Kepala Papua menjelaskan bahwa panen padi dari Negeri Paus Biru dan Air Terjun Bihewa ini baik langsung atau tidak langsung merupakan bagian dari tambahan luas tambah tanam Nasional 1 juta ha di bulan Agustus 2017 yg dicanangkan Menteri Pertanian.  Bila rata2 produktivitas 5 ton beras/ha maka tersedia tambahan 5 juta ton beras dengan kebutuhan nasional per bukannya 2,6 juta ton.